Siswa SDN Cigugur Tengah Menggunakan Teater untuk Edukasi Isu Lingkungan dan Sampah

Siswa SDN Cigugur Tengah Menggunakan Teater untuk Edukasi Isu Lingkungan dan Sampah

CYBER88 | CIMAHI – Sebagai upaya mengembangkan pola pikir kritis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, SDN Cigugur Tengah telah memanfaatkan seni teater sebagai alat pembelajaran yang efektif. Melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), teater bukan hanya menjadi wadah untuk mengasah kreativitas, tetapi juga sarana untuk menyuarakan isu-isu ekologis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan mengedepankan diskusi yang melibatkan siswa dalam setiap prosesnya, teater di SDN Cigugur Tengah memungkinkan para siswa untuk lebih peduli terhadap permasalahan sampah dan lingkungan sekitar mereka. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Hakim Dutama, pelatih teater sekaligus Guru Kelas 4, yang menjelaskan bahwa seni teater memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpikir lebih kritis.

“Melalui latihan dan pementasan, anak-anak bisa berdiskusi, menganalisis, dan menyampaikan ide-ide mereka dengan percaya diri. Contohnya, saat membahas soal buka puasa bersama, mereka sudah berani mempertanyakan penggunaan gelas plastik karena khawatir akan sampah yang dihasilkan,” kata Tama, sapaan akrabnya.

Proyek ini dimulai dengan mendata kondisi lingkungan rumah dan sekolah untuk menghasilkan naskah pementasan yang bertemakan ekologi. Siswa kemudian mengolah data tersebut menjadi cerita yang mengangkat kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Anak-anak jadi lebih kritis dan aktif dalam mencari solusi untuk masalah lingkungan yang mereka hadapi,” tambah Tama. “Melalui teater, mereka tidak hanya belajar tentang isu ekologis, tapi juga bagaimana cara berpikir kritis dalam menanggapi masalah sosial yang ada.”

Namun, membawa isu lingkungan kepada siswa bukanlah hal yang mudah. Menurut Tama, tantangan terbesar adalah bagaimana menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang menarik.

Ia mencoba melibatkan siswa dalam wawancara dengan masyarakat sekitar, namun tak jarang mereka menemukan kurangnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.

“Sering kali masyarakat tidak terlalu peduli, ini menjadi salah satu tantangan dalam penerapan proyek ini,” jelasnya.

Namun, semangat dan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan teater tetap tinggi. 

Bahkan, mereka pernah tampil di sebuah acara di Bandung Indah Plaza (BIP), yang menjadi salah satu momen kebanggaan bagi sekolah ini. Untuk memperkuat nilai-nilai keberlanjutan, Tama juga memberikan kebebasan kepada siswa dalam hal kostum dan properti pementasan. Semua bahan yang digunakan berasal dari barang bekas yang ada di sekitar mereka.

“Pementasan ini mengajarkan siswa untuk memanfaatkan barang-barang yang ada. Dengan tema lingkungan, saya ingin mereka bisa melihat bahwa hidup ramah lingkungan dimulai dari hal kecil, seperti penggunaan barang bekas,” ujar Tama.

Melalui proyek teater ini, SDN Cigugur Tengah tidak hanya mengajarkan seni, tetapi juga membentuk generasi yang lebih peka terhadap isu-isu lingkungan serta lebih kritis dalam menyikapi berbagai permasalahan sosial.

Komentar Via Facebook :