Warga Desa Tegalaren Pertanyakan Kompensasi dari PT HANSAE yang Masuk ke Pemdes
CYBER88 | Majalengka, -- Berbagai kalangan masyarakat Desa Tegalaren Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Jawa Barat, mempertanyakan soal kompensasi dari pihak perusahaan PT Hansae Indonesia Utama yang masuk ke Pemerintah Desa. Pasalnya, warga menilai kalau Pemerintah Desa tidak transparan.
Menurut salah satu warga, kompensasi yang diterima oleh pihak Pemerintah Desa sudah berjalan 3 tahun sejak berdirinya perusahaan tersebut. Oleh karenanya, sambung dia, warga mempertanyakan berapa kompensasi yang diterima dan dipergunakan untuk apa uang yang merupakan bentuk kepedulian sosial tersebut.
Warga yang tak mau disebut namanya itu juga mengungkapkan kalau selama ini, banyak warga yang merasa terganggu dan kurang nyaman dengan adanya kendaraan yang hilir mudik setiap hari melintasi pemukiman terutama yang berada di pinggir jalan.
"Kami warga hanya kena dampak asap dan debu saat kendaraan kendaraan melintas di depan rumah kami," Cetusnya, Rabu (16/42025).
Sementara, ditemui di kantornya, Heru, Kepala Desa Tegal aren membenarkan kalau ada uang Kompensasi dari perusahaan tersebut. Ia pun menyebutkan kalau Kompensasi yang diterima oleh pihaknya sejak tiga tahun yang lalu sebesar Rp.1,5 juta setiap bulannya.
Menurutnya, sebagian uang tersebut diberikan pada karang taruna sebesar Rp.500 ribu. Sementara, sisanya dipergunakan untuk Pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum ( PJU).
Uang tersebut kami pergunakan untuk pasilitas sarana umum seperti lampu jalan di tempat kuburan. Kalau di tahun 2024 Itu belum, cuma kemarin itu ada baksos untuk Anak-anak untuk lebaran Itu dari Joko itu dari pihak pabrik tersebut dan itu suka ada ngasih hewan sapi yah kalau seperti CSR itu tidak tahu kemana masuk nya tuh yah yang jelas kompensasi itu masuknya ke Karangtaruna," Ungkap Heru.


Komentar Via Facebook :