Polres Cilegon Gelar Deklarasi Anti-Premanisme, Dukung Penuh Kondusivitas Daerah dan Iklim Investasi
CYBER88 | Cilegon – 16 Mei 2025
Bertempat di Aula Wicaksana Telaga Hawa Polres Cilegon, telah berlangsung kegiatan Deklarasi Anti-Premanisme dan Penandatanganan Fakta Integritas dalam rangka menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Cilegon.
Acara yang digelar pada pukul 16.14 hingga 16.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 200 peserta dari unsur Forkopimda, pimpinan perusahaan, organisasi kepemudaan, LSM, serta tokoh masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indranata Negara, S.H., S.I.K., M.Si.
Dalam sambutannya, Kapolres Cilegon menyampaikan bahwa penanggulangan premanisme saat ini menjadi fokus utama jajaran Polres Cilegon. Sebanyak 69 pelaku premanisme telah diamankan dalam berbagai operasi.
Ia juga menegaskan bahwa praktik premanisme tidak hanya terjadi di ruang publik, namun juga merambah ke lingkungan perusahaan yang dapat merusak iklim investasi. Oleh karena itu, Satgas Anti-Premanisme dibentuk berdasarkan instruksi dari Kapolri dan Kapolda Banten sebagai bentuk keseriusan dalam penindakan.
Kapolres menambahkan, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam melaporkan setiap indikasi premanisme sangat penting. Selain kekuatan organik kepolisian, Polres juga menggandeng satuan Brimob guna memberikan efek jera serta memastikan penindakan berjalan efektif dan terukur.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon, Bpk. Rizki Khairul Ichwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Polres Cilegon atas langkah nyata dalam menjaga keamanan. Ia menyoroti bahwa aksi premanisme tidak hanya mengganggu ketertiban masyarakat, tapi juga mengancam dunia usaha dan stabilitas ekonomi daerah. DPRD, kata dia, akan terus mendorong iklim investasi yang inklusif dan berpihak kepada masyarakat lokal.
Dandim 0623/Cilegon, Letkol Inf Miftakhul Khoir, juga menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk premanisme di Kota Cilegon. Ia mengajak semua pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat, untuk aktif melaporkan dan mengawal gerakan anti-premanisme sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.
Walikota Cilegon, H. Robinsar, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing daerah dalam menarik investasi. Ia menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, sekaligus mengingatkan bahwa Pemerintah Kota siap menerima dan menindaklanjuti segala laporan hambatan yang berpotensi mengganggu proses investasi di wilayah Cilegon.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta melakukan Deklarasi Anti-Premanisme dan penandatanganan Fakta Integritas yang menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan tindakan premanisme. Lima poin penting dalam deklarasi tersebut meliputi dukungan terhadap penegakan hukum, kolaborasi dengan aparat dan pemerintah, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI dan iklim investasi yang sehat.
Kegiatan ditutup dengan paparan dari Kasat Pamobvit Polres Cilegon, IPTU Dr. Yogie Fahrisal, S.H., M.M., M.H., dan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.(XN)


Komentar Via Facebook :