Sinergitas TNI dan Masyarakat Wujudkan Pertanian Terpadu di Cilegon Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sinergitas TNI dan Masyarakat Wujudkan Pertanian Terpadu di Cilegon Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan Pembinaan Ketahanan Pangan Penanaman Padi

CYBER88 | Cilegon – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Kodim 0623/Cilegon bersama pemerintah daerah dan masyarakat menggelar kegiatan Pembinaan Ketahanan Pangan Penanaman Padi Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 10 Juni 2025 di Lingkungan Sukalila, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, dan dihadiri oleh sekitar 70 peserta.

Dengan mengusung tema “Sinergitas Aparat Teritorial dengan Masyarakat Bersatu dengan Alam Mewujudkan Sistem Pertanian Terpadu Sesuai Topologi Wilayah Guna Mendukung Pemerintah dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga ketahanan pangan berbasis potensi lokal.


Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi, antara lain:
Letkol Inf Miftakhul Khoir S.E., M.M (Dandim 0623/Cilegon),  Ir. H. Sutopo Raharjo (Anggota DPRD Kota Cilegon), Drs. Ridwan, M.Si (Kepala Dinas Pertanian Kota Cilegon), Kompol Firman Hanif, M.H (Kapolsek Cilegon),  Burhanudin (Camat Jombang),
Sulela (Lurah Panggungrawi), Wawan (PPL Kecamatan Jombang), Nila Paramita (Ketua KWT Kalimaya Gedong Dalem), Sofyan (Ketua Poktan Adem Ayem Panggungrawi),  Perwakilan kelompok wanita tani (KWT), kelompok tani (Poktan), serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kota Cilegon, Drs. Ridwan, M.Si, menyampaikan perkembangan signifikan sektor pertanian di Kota Cilegon. Hingga Mei 2025, total luas tanam padi telah mencapai 1.167 hektar, dengan produksi sebesar 7.336 ton Gabah Kering Giling (GKG). Ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2024 pada periode yang sama, yang hanya mencapai 1.062 hektar dengan produksi 5.277 ton GKG.

"Terjadi kenaikan luas tanam sebesar 105 hektar atau 9%, dan peningkatan produksi sebesar 2.059 ton GKG atau 28% dibanding tahun sebelumnya. Untuk bulan Juni, target tanam padi di Kota Cilegon ditetapkan sebesar 590 hektar, dua kali lipat dari capaian bulan Juni tahun 2024," jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kontinuitas tanam, “Setelah panen, diharapkan petani segera melakukan pengolahan lahan dan kembali menanam padi,” ujarnya.

Sementara itu, Letkol Inf Miftakhul Khoir, Dandim 0623/Cilegon, menyampaikan bahwa TNI AD, melalui peran teritorialnya, terus berkomitmen untuk hadir mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara terpadu bersama pemerintah daerah dan elemen masyarakat," ujarnya.

Selain di Sukalila, Kodim juga aktif mengembangkan kegiatan serupa di lokasi lain, seperti di KWT Kalimaya Kelurahan Gedong Dalem, dengan fokus pada penanaman jagung, budidaya ikan lele, peternakan unggas, serta pengembangan sistem tanam hidroponik sebagai solusi pertanian di lahan terbatas.

“Kami ingin menumbuhkan semangat kemandirian dan kreativitas dalam penyediaan pangan, tidak hanya cukup dari sisi kuantitas, tetapi juga berkualitas secara gizi,” tambahnya.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan berupa bibit jagung, benih ikan lele, serta prasarana tanam hidroponik, dilanjutkan dengan penanaman padi secara simbolis dan sesi foto bersama.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pertanian yang berbasis masyarakat dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.(XN)

Komentar Via Facebook :