Dukungan terhadap Langkah Pemerintah Sita Aset Dedi Handoko Mengalir dari Kesultanan Peranap

Dukungan terhadap Langkah Pemerintah Sita Aset Dedi Handoko Mengalir dari Kesultanan Peranap

(Foto Istimewa/Net)

CYBER88 | Inhu – Gelombang dukungan terhadap langkah tegas pemerintah Republik Indonesia dalam menyita aset milik pengusaha asal Pekanbaru, Dedi Handoko Alimin, terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari keluarga besar Kesultanan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Dedi Handoko, dikenal sebagai pengusaha sukses asal Pekanbaru yang aktif mengakuisisi lahan perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Riau, kini harus berhadapan dengan tindakan hukum. Dua lahan perkebunan strategis yang dibelinya resmi disita negara karena berada dalam kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal.

Adapun dua lahan tersebut adalah perkebunan kelapa sawit PT. Teso Indah yang membentang di Kecamatan Rengat Barat hingga Lirik, serta lahan milik PT. Alam Sari Lestari (yang sebelumnya dinyatakan pailit) di Kecamatan Rengat Barat dan Seberida, yang dibeli Dedi melalui badan hukum PT. Sinar Belilas Perkasa.

Dukungan atas penyitaan ini disampaikan langsung oleh tokoh muda Melayu Indragiri, Andi Irawan, SE — keponakan dari Datuk Soloangso, penasihat Kesultanan Peranap sebelum kedaulatan kerajaan diserahkan kepada Republik Indonesia.

"Selain kebun kelapa sawit yang berada di kawasan hutan, kami juga mendukung penuh langkah pemerintah RI untuk memeriksa seluruh aset milik Dedi Handoko Alimin. Tidak boleh ada yang luput, karena ini menyangkut kepentingan negara dan rakyat banyak," tegas Andi Irawan kepada wartawan di Rengat, Selasa (9/9/25).

Andi menegaskan bahwa Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) harus serius dan konsisten dalam mengawal proses penyitaan aset negara yang dikuasai secara ilegal.

"Aset bernilai triliunan rupiah ini jangan sampai kembali ke tangan segelintir orang yang merusak tatanan hukum. Negara tidak boleh kalah oleh cukong," tambahnya.

Lebih lanjut, Andi menyatakan bahwa masyarakat Melayu Indragiri, khususnya keluarga besar Kesultanan Peranap dan Kesultanan Indragiri, siap memberikan dukungan penuh kepada Satgas PKH yang dibentuk atas mandat langsung dari Presiden Prabowo.

"Ini bukan hanya soal penyitaan aset, tapi juga soal penyelamatan marwah negeri dari praktik penguasaan lahan oleh cukong-cukong rakus. Rakyat Indonesia, khususnya yang berada di tanah bekas wilayah kerajaan Indragiri, siap bersatu melawan penindasan yang dibungkus atas nama investasi," ujarnya lantang.

Hingga berita ini diterbitkan, Dedi Handoko Alimin belum memberikan tanggapan atau konfirmasi kepada wartawan terkait penyitaan lahan kebun kelapa sawit milik PT Teso Indah dan PT Sinar Belilas Perkasa oleh negara melalui Satgas PKH.

Komentar Via Facebook :