warisan intelektual” Firman Yudha Nugroho.
Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho: Dari Rak Buku ke Ruang Publik
Lurah Grogol , Firman Yudha Nugroho
CYBER88 | CILEGON — Di tengah citra pejabat yang sering tampil glamor, Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho, justru mengambil jalur sebaliknya. Ia lebih sering memamerkan bukunya ketimbang memamerkan harta. Bagi Firman, membaca bukan sekadar hobi, melainkan kampanye sunyi untuk membangun generasi muda yang kritis dan berempati.
“Flexing saya ya buku, bukan harta atau lifestyle. Karena membaca itu bikin kita peka, bikin kita berfikir kritis,” ujarnya. Pada Senin 15/9/2025 di ruang kerjanya.
Baginya, literasi adalah pintu menuju keadilan sosial. Dari buku-buku sejarah kolonial hingga catatan tragedi politik 1965–1998, Firman belajar tentang penderitaan rakyat kecil yang tertindas. “Kalau saya sudah membaca penderitaan orang lain, sebagai aparatur saya harus bertindak sebaliknya. Masyarakat butuh tata kelola pemerintahan yang baik, bukan sewenang-wenang,” tegasnya.
Lewat akun Instagram pribadinya, @firman_yn, ia membagikan refleksi dan rekomendasi bacaan. Tidak ada konten pamer kemewahan, melainkan insight tentang literasi, leadership, hingga nilai moral. Firman ingin anak muda menjadikan buku sebagai gaya hidup baru, bukan sekadar kebutuhan pendidikan belaka.
Meski mengakui ekosistem literasi di Cilegon belum semeriah Jakarta atau Yogyakarta, ia tak menyerah. Di rumah, ia membangun perpustakaan pribadi dengan sekitar 300 buku. Sebagian koleksi itu ia bawa ke kantor kelurahan agar bisa dibaca bersama staf maupun warga. “Saya lakukan sebisanya dulu, kalau masyarakat mudah mengakses buku-buku bagus, berkualitas dan kekinian, lama-lama bakal tertarik baca.” katanya.
Rekomendasi Buku ala Firman Yudha Nugroho
Buku untuk menumbuhkan empati & rasa kemanusiaan:
. Pulang, Laut Bercerita, Namaku Alam Jilid 1 – Leila S. Chudori
Buku untuk membangun kepemimpinan yang adil & sayang anak buah:
. Leaders Eat Last – Simon Sinek
. Great Leaders Have No Rules – Kevin Kruse
Buku untuk melatih cara berfikir kritis & tidak mudah termakan hoaks:
. Makannya Mikir! - Cania & Abigail
Dengan gaya kepemimpinan yang berangkat dari Literasi, Firman Yudha Nugroho menantang stereotip birokrasi kaku. Ia ingin membuktikan bahwa literasi bukan hanya milik kampus atau komunitas seni, tetapi juga bisa menjadi fondasi pemerintahan yang lebih manusiawi.


Komentar Via Facebook :