Peresmian Sekolah Rakyat Kabupaten Garut

Peresmian Sekolah Rakyat Kabupaten Garut

Peresmian Sekolah Rakyat Kabupaten Garut

CYBER88 | GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 Kabupaten Garut sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 75 siswa tingkat SD dan SMP. Acara tersebut berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK), Jalan Raya Samarang KM 4, Cinta Rakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (30/09/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan sekolah bersama gratis dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah ini menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, dan layanan kesehatan.

 

“Program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan membuka masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, sebanyak 75 siswa dari kalangan keluarga miskin mulai mengikuti program Sekolah Rakyat tingkat SD dan SMP di BLK Kabupaten Garut.

“Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat itu terdiri atas 25 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP. Semuanya tinggal di asrama yang sudah disediakan pemerintah,” paparnya.

Meski demikian, Bupati Garut menilai fasilitas Sekolah Rakyat di BLK sudah cukup baik.

“Ya, bagus. Tempatnya tadi sudah dicek, mulai dari tempat tidur, ruang belajar, dan fasilitas lainnya, meskipun hanya sementara sambil menunggu pembangunan gedung definitif,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa para siswa yang belajar di Sekolah Rakyat harus bersyukur, karena dari sekian banyak anak dari keluarga tidak mampu yang tersebar di 421 desa, hanya terpilih 75 orang.

“Seluruh siswa tersebut akan mengikuti rangkaian pendidikan sekolah seperti pada umumnya. Bedanya, mereka tinggal di asrama dengan kebutuhan belajar, makan, seragam, dan penunjang lainnya yang sudah terjamin,” tuturnya.

Bupati berharap seluruh siswa dapat mengikuti rangkaian kegiatan belajar mengajar dengan baik dan betah hingga menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Saya berharap para orang tua tetap tenang dan tidak terus-terusan meminta anaknya pulang. Sebaliknya, teruslah mendukung agar anak tetap belajar di Sekolah Rakyat. Karena sekolah di sini diperhatikan; makan dikasih, baju dikasih, buku dikasih, semua dikasih. Tinggal belajar,” pungkas Bupati Garut.

Komentar Via Facebook :