Shopee Express Tuai Sorotan di Cilegon: Kurir Tak Profesional, Paket Gagal Dikirim dan Akun Pembeli Diblokir

Shopee Express Tuai Sorotan di Cilegon: Kurir Tak Profesional, Paket Gagal Dikirim dan Akun Pembeli Diblokir

CYBER88 | CILEGON — Layanan pengiriman Shopee Express (SPX) kembali menuai sorotan. Seorang konsumen asal Cilegon bernama Angga mengaku dirugikan akibat buruknya kinerja kurir yang dinilai tidak profesional dan tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.

Angga menuturkan, barang yang ia pesan melalui platform Shopee tak kunjung sampai ke rumah meski telah menunggu berhari-hari. Alih-alih menerima paket, ia justru mendapati status pesanan berubah menjadi dibatalkan secara otomatis oleh sistem, tanpa adanya konfirmasi atau komunikasi dari pihak kurir.

“Saya menunggu paket itu lama, tapi tidak datang-datang. Tahu-tahu dibatalkan begitu saja tanpa pemberitahuan. Tidak ada kabar dari kurir, tidak ada telepon, tidak ada klarifikasi sama sekali,” tegas Angga, kecewa.

Angga menjelaskan, kurir yang biasa mengantarkan paket ke rumahnya adalah Rio. Namun dalam pengiriman kali ini, terjadi pergantian kurir sepihak tanpa informasi yang jelas. Barang disebut-sebut berpindah tangan ke kurir lain bernama Chandra, lalu dikembalikan ke gudang tanpa alasan yang pasti.

“Biasanya yang ngirim Rio. Tapi katanya sudah malam, lalu dialihkan ke Chandra. Tapi barang malah dikembalikan lagi ke gudang. Ini jelas tidak profesional,” ujarnya.

Parahnya lagi, setelah kejadian itu, akun Shopee atas nama Deni Juweni milik Angga justru diblokir, sehingga ia tak bisa melakukan pemesanan baru. Hal ini membuatnya semakin kecewa dengan penanganan pihak Shopee.

“Saya bukan marah soal harga barangnya. Saya dirugikan karena sistem kerja dan sikap karyawannya tidak sesuai SOP. Kalau ada masalah pengiriman, seharusnya dikonfirmasi. Bukan langsung cancel dan blokir akun,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Shopee Express melalui perwakilan internalnya, Febriandri Widian, yang bertugas sebagai shift lead, membenarkan bahwa pembatalan terjadi secara otomatis setelah tiga kali percobaan pengantaran gagal.

“Memang ada kendala dari kurir di pengiriman pertama. Harusnya kurir selanjutnya menghubungi pembeli untuk konfirmasi alamat. Tapi karena tidak ada komunikasi, sistem otomatis membatalkan setelah tiga kali attempt,” jelas Febriandri.

Kendati demikian, keterangan tersebut dinilai belum menjawab sepenuhnya persoalan utama, yakni minimnya tanggung jawab dan koordinasi antar-kurir. Kejadian seperti ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai profesionalitas dan pengawasan internal Shopee Express di tingkat lapangan.

Angga berharap pihak manajemen Shopee Express segera membenahi sistem kerja dan komunikasi antar petugas, agar insiden serupa tidak kembali merugikan konsumen lain.

“Kalau sistem seperti ini dibiarkan, kepercayaan pelanggan bisa hilang. Harusnya SPX lebih terbuka dan tanggap kalau ada kendala di lapangan,” tutup Angga.

 

Komentar Via Facebook :