Festival Wayang 24 Jam di Ngawonggo: Gerakan Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Muda

Festival Wayang 24 Jam di Ngawonggo: Gerakan Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Muda

CYBER88 | KLATEN — Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, menjadi pusat perhatian dengan terselenggaranya Festival Wayang Kulit Maraton 24 Jam dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia ke-11. Gelaran budaya yang berlangsung dari pagi hingga pagi ini menghadirkan kombinasi edukasi dan pagelaran wayang berskala besar, sekaligus menegaskan komitmen masyarakat setempat dalam merawat warisan budaya tak benda UNESCO.  Sabtu, 22 November

Kegiatan dimulai dengan sesi edukasi bagi ratusan anak dari PAUD, TK, SD, hingga MI. Mereka diajak mengenal wayang secara langsung melalui kreasi, bermain peran, hingga pengalaman paling berkesan: menancapkan wayang kulit asli ke debog. Kepala Desa Ngawonggo, Noor Hafid Kalamullah, S.H., menyebut pengalaman itu sebagai upaya menanamkan “memori budaya” yang diharapkan tumbuh menjadi kecintaan terhadap wayang.

Memasuki malam hari, acara berlanjut dengan pagelaran wayang kulit maraton yang menampilkan tujuh dalang profesional, termasuk kehadiran dalang kondang Ki Wicaksono Nugroho. Pementasan berlangsung hingga dini hari dan disaksikan ribuan warga dari Ngawonggo maupun desa-desa sekitar.

Festival ini terselenggara melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Wakil Bupati Klaten H. Benny Indra Ardhianto, S.E., M.B.A., serta jajaran pejabat Kecamatan Ceper dan para kepala desa. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa “wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan,” sebagai pengingat nilai luhur dalam budaya Jawa.

Meskipun Hari Wayang Sedunia diperingati setiap 7 November, Desa Ngawonggo memilih untuk merayakannya pada bulan yang sama dengan skala lebih luas dan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.

Dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur sepanjang 24 jam, festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum penting bagi penguatan identitas budaya serta pelestarian wayang sebagai warisan adiluhung bangsa. (Agus STP)

 

Komentar Via Facebook :