Lumpur dan Material di Akses Tol Cikuasa Atas Dikeluhkan, Ketua DPC BPPKB Desak Pemilik Galian C Bertindak
H.Suhaemi.
CYBER88 | CILEGON – Adanya pemberitaan terkait lumpur bercampur material yang menutupi sebagian badan jalan di akses Tol Cikuasa Atas mendapat respons cepat dari tokoh masyarakat yang juga berperan sebagai kontrol sosial. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Ketua Ormas BPPKB (Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten) DPC Kota Cilegon, Suhaemi, menyampaikan keprihatinan sekaligus sorotan terkait kondisi jalan yang berlumpur tersebut.
“Saya selaku kontrol sosial menyampaikan bahwa lumpur bercampur material kecil di sepanjang akses Tol Cikuasa Atas, khususnya di sebelah restoran Simpang Raya, sangat berbahaya,” tegas Suhaemi pada Rabu, 10 Desember 2025.
Ia menambahkan, ketika hujan turun, material dari lokasi galian diduga terbawa hingga ke jalan nasional di kawasan Cikuasa Bawah sehingga semakin mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Suhaemi juga mengingatkan pemilik usaha galian C di sekitar lokasi tersebut agar lebih mengutamakan keselamatan pengguna jalan, terlebih menjelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) di mana volume lalu lintas akan meningkat.
“Kepada pemilik usaha, tolong utamakan keselamatan pengguna jalan. Ini sudah memasuki arus mudik Nataru, aktivitas lalu lintas pasti meningkat,” ujarnya.
“Kita tidak menginginkan peristiwa seperti di beberapa daerah di Sumatera. Sebagai kontrol sosial, kami mengingatkan agar ada solusi — apakah kegiatan sementara dihentikan selama cuaca buruk atau ada penanganan lain,” pungkasnya.
Sebelumnya, keluhan serupa juga disampaikan warga mengingat jalan berlumpur bercampur material tersebut dinilai sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara motor.
“Min, lumpur campur material di jalan akses tol Cikuasa Atas cukup berbahaya. Petugas kebersihan jalannya mesti diperbanyak,” jelas seorang netizen pada Selasa, 9 Desember 2025.
Netizen lainnya menambahkan bahwa material tersebut diduga berasal dari aktivitas galian C yang berlokasi tidak jauh dari titik jalan yang terdampak.
Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan bahwa lumpur campur material itu memang diduga kuat berasal dari kegiatan galian C yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Cuaca hujan belakangan ini membuat material lebih mudah terbawa ke badan jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Masyarakat berharap pengelola tambang galian C memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas operasional mereka, termasuk dengan memperbanyak petugas kebersihan jalan dan memasang rambu-rambu lalu lintas demi kenyamanan pengguna jalan.
Sementara itu, pengguna jalan—terutama pengendara roda dua—diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi area yang dipenuhi lumpur bercampur material guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Komentar Via Facebook :