Operasi Pencarian Korban Longsor Arjasari Dihentikan, Keluarga Masih Gantungkan Harapan pada Relawan
CYBER88 | BANDUNG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung resmi menghentikan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan terhadap tiga korban yang hilang dalam bencana longsor di Desa War Galuyu, Kecamatan Arjasari. Keputusan ini diambil setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil, sesuai batas waktu yang ditetapkan Standar Operasi Prosedur (SOP) SAR.
Tiga korban yang masih belum ditemukan adalah Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10). Mereka diduga tertimbun material longsor setinggi 80 meter dan lebar 150 meter yang meluncur pada Jumat (5/12/2025) sore setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Semua pihak telah bergerak—Forkopimda, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, hingga masyarakat. Namun sesuai SOP, operasi resmi harus dihentikan,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya.
Relawan Lanjutkan Pencarian, Keluarga Korban Belum Menyerah
Meski operasi resmi dihentikan, harapan keluarga korban tetap menyala. Bupati memberikan kesempatan kepada relawan desa untuk melanjutkan pencarian mandiri selama tiga hari ke depan dengan pendampingan BPBD.
“Kita menghormati harapan keluarga. Jika ada indikasi baru, Basarnas akan langsung kembali turun,” tegasnya.
Di tengah suasana haru, keluarga korban berharap mukjizat masih mungkin terjadi. Rini, anak dari Aisyah, tidak mampu menahan tangis saat mendengar keputusan penghentian operasi.
“Saya mohon, jangan berhenti mencari ibu kami. Meski kecil, kami tetap punya harapan. Setiap hari kami menunggu di sini. Setidaknya, kami ingin ibu ditemukan… apa pun keadaannya,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kerabat korban lainnya, Adang, paman dari Citra dan Alfa, juga menyampaikan harapan serupa.
“Kami tahu situasinya sulit. Tapi kami tidak sanggup pulang tanpa membawa kabar untuk keluarga di rumah. Selama masih ada relawan yang mau mencari, kami akan tetap di sini mendampingi,” tuturnya sambil memeluk kerabat lain yang tak kuasa menahan air mata.
Para relawan yang mendengar keluhan keluarga korban mengaku siap melanjutkan usaha pencarian. “Selama masih ada harapan, kami tetap akan gali. Sedikit pun pergerakan tanah akan kami laporkan ke BPBD,” kata salah satu relawan desa.
Peringatan Rawan Bencana: 15 Kecamatan Diminta Tetap Siaga
Bencana longsor Arjasari semakin menegaskan tingginya risiko hidrometeorologi di Kabupaten Bandung. Setidaknya 15 kecamatan disebut berada dalam zona rawan longsor, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.
Pemkab Bandung meminta perangkat kecamatan dan desa untuk meningkatkan koordinasi, memastikan sistem peringatan dini berjalan, hingga mempertimbangkan evakuasi warga di wilayah rentan.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri juga mengeluarkan surat edaran yang membatasi perjalanan kepala daerah ke luar negeri hingga 15 Januari 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi bencana.


Komentar Via Facebook :