FKM Gunung Salak Tanam 2.000 Pohon di Kawasan Rawan Longsor Peringati Hari Gunung Internasional

FKM Gunung Salak Tanam 2.000 Pohon di Kawasan Rawan Longsor Peringati Hari Gunung Internasional

CYBER88 | Sukabumi – Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS) memperingati Hari Gunung Internasional dengan melakukan aksi penanaman pohon secara berkelanjutan di kawasan Situs Batu Gores, Kampung Kuta Lebak, RT 02 RW 01, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan bertema “Menanam Pohon, Menanam Kehidupan” tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKMGS, Haidin Deni Supriyadi atau yang akrab disapa Daeng, bersama jajaran pengurus dan berbagai unsur lintas sektor.

Sebanyak 2.000 pohon ditanam di lahan seluas kurang lebih 3 hektare, yang diketahui merupakan wilayah rawan longsor. Jenis tanaman yang ditanam meliputi damar, mahoni, rasamala, durian, serta berbagai tanaman keras lainnya yang berfungsi menjaga konservasi tanah dan air.

“Ini bukan kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi laporan. Penanaman ini nyata dan berkelanjutan. Kami menanam sekaligus merawatnya, bukan menanam lalu ditinggalkan,” ujar Daeng di sela-sela kegiatan.

Daeng menjelaskan, lokasi penanaman berada di kawasan Batu Gores yang selain rawan longsor juga merupakan situs cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur lingkungan hidup, kebudayaan, pariwisata, UMKM, hingga instansi kehutanan.

“Cagar budaya adalah warisan leluhur yang tidak boleh rusak, baik akibat longsor maupun aktivitas penebangan liar. Pelestarian lingkungan dan budaya harus berjalan beriringan,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa FKMGS telah aktif melakukan aksi pelestarian lingkungan sejak tahun 2002, termasuk dalam peringatan Hari Bumi Sedunia, dan hingga kini menjadi komunitas binaan Kementerian Lingkungan Hidup.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga, di antaranya Staf Ahli Bupati Sukabumi, Camat Cicurug, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Dinas Kebudayaan, Kanwil Kebudayaan, Cabang Dinas Kehutanan, Wakapolres Sukabumi, para kepala desa dari Kutajaya, Pasawahan, dan Tenjolaya, serta tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan.

Meski hujan mengguyur lokasi kegiatan, proses penanaman tetap berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Daeng berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar wacana.

“Apa yang kami tanam hari ini mudah-mudahan bisa dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita kelak. Jika hutan terjaga, bencana dapat dicegah,” tuturnya.

Sebagai bentuk konsistensi, FKMGS juga telah melakukan kegiatan serupa di berbagai desa rawan longsor di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor, dalam upaya menjaga kelestarian kawasan Gunung Salak secara berkelanjutan.(Jimmy)

 

Komentar Via Facebook :