Proyek Embung Situ Cijingga Kertajati Tanpa Papan Informasi, Dipertanyakan Warga
Tumpukan Tanah Hasil Pengerukan di Situ Cijingga Kertajati Majalengka yang Belum Dimobilisasi
CYBER88 | Majalengka, -- Fungsi papan informasi proyek merupakan alat transparansi publik, komunikasi internal, dan akuntabilitas dengan menampilkan detail proyek (lokasi, biaya, pelaksana, jadwal) agar masyarakat dan pihak terkait bisa mengawasi, mencegah korupsi, serta memastikan proyek berjalan sesuai rencana, sekaligus menjadi sarana edukasi dan visualisasi alur kerja bagi tim.
Namun, dalam pekerjaan yang berada di Situ Cijingga yang berada di Desa Mekerjaya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Jawa Barat, tak nampak adanya papan informasi proyek. Hal itu menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat sekitar lantaran mereka tidak tau proyek apa yang sedang dikerjakan di wilayahnya itu.
Apalagi, sumber dana dari mana?, anggarannya berapa?, pelaksananya siapa?, dan sampai kapan proyek itu berjalan.
Menurut salah satu warga, Pekerjaan di lingkungan itu sudah berjalan hampir 3 Minggu. Namun, sambung dia, tidak pernah adanya sosialisasi pada warga.
“Tiba tiba sudah ada alat berat di lokasi,” Ujarnya pada Cyber88.co.id, Rabu (24/12/2025)
Warga yang tak mau disebut namanya itu berharap papan informasi proyek dipasang supaya masyarakat dapat turut melakukan pengawasan sehingga dapat mencegah penyelewengan dana (korupsi) dan memungkinkan pengawasan langsung.
Di lokasi proyek, tak Nampak adanya pengawasan terhadap pekerjaan tersebut dan Nampak hanya ada dua orang operator yang sedang mengoperasikan Exkapalator. Menurut salah satu pekerja, proyek tersebut dilaksanakan oleh H Beton.
Dihubungi via WhatsApp, H Beton membenarkan bahwa pihaknya sedang melaksanakan pekerjaan proyek Embung untuk sarana penapungan air tepat di situ Cijingga yang merupakan tanah milik Perhutani.
“Saat ini kami sedang melaksanakan pekerjaan proyek Embung, dan pihak kamipun telah sudah bersosialisasi dengan pihak pemerintah desa, pihak kecamatan, dan dengan pihak BBWS juga sudah berkoordinasi ," Ucap H Beton
“Terkait papan informasi, awalnya sudah terpasang. Tapi, kalau tidak ada Papan informasi, nanti saya akan di kirimkan via WA bahwa papan informasi ada, kalau tidak ada nanti akan kami dipasangkan kembali,” Sambung dia.
Sementara, soal hasil pengerukan tanah (Disposal) yang menimbun tanah hingga membuat pemandangan kurang nyaman, Kata H Beton, itu terkendala cuaca. Pihaknya berjanji akan segera memobilisasi tanah hasil pengerukan.
Menurutnya, proyek tersebut total anggarannya kisaran kurang lebih sebesar Rp 390 juta an, Dengan ukuran Panjang 80 Meter, lebar 60 meter dengan kedalaman 1,5 mtr sampai 2,70, meter.
Dia juga menyebutkan bahwa proyek tersebut merupakan penunjukan langsung (Juksung) meskipun nilainya lebih dari 200 juta dimana pekerjaan sebesar itu harus melalui proses lelang.
Sementara itu, Carsono, Kepala Desa Mekarjaya mengaku bahwa pihak pelaksana sudah berkoordinasi dengan pihaknya.
“Pihak Pelaksanapun sudah ada koordinasi dengan pihak desa. bahwa akan dibangun sarana area irigasi embung Situ Cijingga,” Ujar Carsono saat dihubungi via WhatsApp.
Kepala Desa Mekarjaya juga menjelaskan bahwa proyek embung itu awalnya merupakan dorongan dari para petani yang diajukan pada pihak BBWS/PSDA dan pengajuannya sudah lama sekali.
"Alhamdulillah sesuai harapan kami, sekarang sedang dibangun saran embung yang berada di tanah milik perhutani. Tujuannya, untuk penampungan sarana air supaya bisa mengairi tanah pesawahan milik para masyarakat petani,” Kata Carsono. (Tatang)


Komentar Via Facebook :