ASDP Pastikan Arus Balik Nataru Terkendali, Kesiapsiagaan Diperkuat di Lintasan Utama

ASDP Pastikan Arus Balik Nataru Terkendali, Kesiapsiagaan Diperkuat di Lintasan Utama

CYBER88 | Banyuwangi, 1 Januari 2026 — Arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah lintasan penyeberangan nasional. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali, khususnya di lintasan strategis Bakauheni–Merak dan Gilimanuk–Ketapang.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa tren peningkatan arus balik sejalan dengan berakhirnya masa liburan serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Meski volume penyeberangan mulai meningkat, layanan operasional secara keseluruhan masih berjalan optimal.

“Pergerakan arus balik memang mulai menguat, namun seluruh sistem layanan tetap terkendali. Hal ini mencerminkan kesiapan operasional ASDP serta sinergi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat,” ujar Heru.

Berdasarkan data Posko Bakauheni pada 31 Desember 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat 24.020 orang, meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 5.749 unit atau tumbuh 3,7 persen, dengan lonjakan tertinggi pada kendaraan truk sebanyak 2.317 unit (naik 19,6 persen) dan bus 277 unit (naik 10,4 persen).

Sementara itu, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H+6 menunjukkan dinamika berbeda. Jumlah penumpang tercatat 22.963 orang, turun tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, total kendaraan meningkat menjadi 7.698 unit atau naik 8,4 persen, didominasi kendaraan roda dua sebanyak 3.760 unit (naik 18,3 persen) serta truk logistik 1.452 unit (tumbuh 7,2 persen).

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa ASDP terus mengedepankan langkah-langkah antisipatif guna meminimalisasi potensi kepadatan selama periode arus balik. Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Antisipasi Puncak Arus Balik

Dari sisi operasional, ASDP mengoptimalkan pola operasi armada dengan mengoperasikan 28 kapal dalam kondisi normal. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat kondisi sangat padat, guna menjaga kelancaran layanan.

“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa,” ujar Windy.

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik melalui pemesanan tiket lebih awal menggunakan aplikasi Ferizy. Pengisian data diri secara akurat dinilai penting untuk mempercepat proses layanan di pelabuhan serta menjamin hak pengguna jasa apabila terjadi kondisi tidak terduga.

Terkait faktor cuaca, ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG dalam memantau perkembangan cuaca. Pengguna jasa diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini, khususnya di lintasan Jawa–Bali, mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga awal Maret 2026.

Secara kumulatif, sejak H hingga H+6, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 230.350 orang atau meningkat 4,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan tercatat 57.177 unit, naik 7,3 persen.
Sementara itu, penumpang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat 190.283 orang, turun 2,9 persen, dengan total kendaraan meningkat menjadi 54.651 unit atau naik 2,3 persen.

Sebagai penghubung utama mobilitas antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan, guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di awal tahun 2026.

Komentar Via Facebook :