Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Andra Soni–Dimyati, BEM Nusantara Banten Tekankan Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Rakyat
CYBER88 | BANTEN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Banten menggelar aksi refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah pada Kamis (20/2/2026). Aksi ini menjadi bentuk evaluasi kritis mahasiswa terhadap arah dan capaian pembangunan di Banten sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun pertama masa kepemimpinan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten tercatat meraih 19 penghargaan dari berbagai lembaga nasional. Penghargaan itu mencakup aspek tata kelola keuangan, reformasi birokrasi, pelayanan publik, hingga penguatan kelembagaan pemerintahan. Secara administratif, capaian tersebut dinilai menunjukkan stabilitas dan konsistensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah.
Namun, Koordinator Daerah BEM Nusantara Banten menegaskan bahwa keberhasilan administratif tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari evaluasi publik.
“Kami tentu menghargai setiap capaian yang diraih pemerintah daerah. Tetapi penghargaan administratif adalah indikator tata kelola, bukan indikator kesejahteraan. Ukuran utamanya adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam orasi.
Ia menyoroti bahwa hingga kini Banten masih menghadapi persoalan mendasar, seperti tingginya tingkat pengangguran terbuka serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. Kawasan industri di wilayah utara dinilai berkembang pesat, sementara sejumlah daerah di selatan seperti Pandeglang dan Lebak masih menghadapi tantangan infrastruktur, akses ekonomi, dan pemerataan pelayanan dasar.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan Banten tidak hanya terletak pada aspek manajerial, tetapi juga pada efektivitas distribusi kebijakan.
“Jika reformasi birokrasi berjalan baik, maka dampaknya harus terasa pada penyerapan tenaga kerja, pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Capaian administratif harus berbanding lurus dengan penurunan kesenjangan sosial,” tegasnya.
Aksi yang berlangsung damai tersebut ditegaskan bukan sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan sebagai pengingat bahwa demokrasi membutuhkan kontrol dan partisipasi publik. Mahasiswa, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan arah pembangunan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
BEM Nusantara Banten memandang satu tahun kepemimpinan Andra Soni–Dimyati sebagai momentum membaca arah kebijakan ke depan. Dengan potensi ekonomi yang besar dan posisi geografis strategis, Provinsi Banten dinilai memiliki peluang untuk tumbuh lebih inklusif. Tantangannya adalah memastikan setiap kebijakan tidak berhenti pada legitimasi administratif, tetapi menghadirkan dampak nyata dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui aksi refleksi ini, BEM Nusantara Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan daerah secara konstruktif, kritis, dan bertanggung jawab demi terwujudnya Banten yang lebih adil dan berkelanjutan.


Komentar Via Facebook :