KM Marina 7 Terbakar di Perairan Pulau Ular, Dua ABK Masih Dalam Pencarian
CYBER88 | CILEGON – Tim Search and Rescue (SAR) masih melanjutkan operasi pencarian korban akibat terbakarnya kapal nelayan KM Marina 7 di perairan Pulau Ular, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Kamis (19/2/2026).
Hingga hari pertama pelaksanaan operasi (H+1), jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat sebanyak 31 orang. Sebanyak 28 orang berhasil diselamatkan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Kebakaran terjadi di sekitar koordinat 5°57'5.40"S - 105°54'32.82"E atau sekitar 19,60 mil laut dari Dermaga Carita. Para korban selamat terdiri atas nakhoda, perwira, serta anak buah kapal (ABK) yang telah dievakuasi oleh tim gabungan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Andi alias Ombor, salah satu ABK KM Marina 7. Sementara dua ABK lainnya, Rendi dan Ahmad, hingga kini belum ditemukan.
Kantor SAR Banten melaporkan kapal nelayan tersebut mengalami kebakaran hebat di perairan Pulau Ular. Informasi awal diterima dari Vessel Traffic Service Merak sekitar pukul 09.30 WIB setelah adanya laporan kepulan asap dari kapal tersebut.
Kasubsie Siaga dan Operasi Kantor SAR Banten, Rizky Dwianto, mengatakan kepulan asap pertama kali terpantau oleh kapal MV Glory Majesty pada pukul 08.36 WIB dari sisi kiri lambung kapal.
“Insiden terjadi pada koordinat 05°57.090” LS dan 105°54.547” BT, atau berjarak sekitar 19,60 mil laut dari Dermaga Carita,” ujarnya.
Operasi SAR dimulai sekitar pukul 09.45 WIB saat Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Kantor SAR Banten diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Secara bersamaan, personel Unit Siaga SAR Merak bergerak ke dermaga untuk melakukan koordinasi dan pendataan korban.
Sekitar pukul 09.50 WIB, tim tiba di dermaga dan memastikan jumlah korban yang telah dievakuasi, yakni 28 orang selamat dan satu korban meninggal dunia. Pada pukul 11.44 WIB, RIB 02 tiba di titik kejadian dan langsung melakukan penyisiran untuk mencari dua korban yang masih hilang.
Selain itu, kapal nelayan KM Sumber Sejati yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi awal dengan mendekati posisi kapal yang terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan pengerahan unsur laut untuk menyisir area perairan sekitar lokasi kejadian. Tim SAR menyatakan akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Penyebab kebakaran kapal masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim SAR berharap dua korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.


Komentar Via Facebook :