Imbas Proyek Tol, Diduga Sebabkan Banjir di Seluruh Wilayah Metro, Ketua Yayasan LKS BMPP Minta Pihak Tol Tangerang–Merak Bertanggung Jawab
CYBER88 | CILEGON – Ketua Yayasan LKS BMPP, H. Deni Juweni, mendesak pihak pengelola Jalan Tol Tangerang–Merak untuk bertanggung jawab atas banjir yang diduga terjadi akibat proyek pelebaran jalan tol dalam hal ini gorong- gorong sekitar kawasan Metro dan kawasan kedung , Kota Cilegon.
Menurut Deni, pembangunan dan pelebaran jalan tol yang berada di sekitar Kilometer 90, tepatnya di perbatasan Kelurahan Panggung Rawi dan Kedong Dalem, Kecamatan Jombang, diduga menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang kerap melanda lingkungan Perumahan Metro saat hujan deras.
Ia menjelaskan, sejumlah saluran air yang sebelumnya menjadi jalur utama aliran air kini mengalami penyempitan bahkan tidak mampu menampung debit air yang cukup besar ketika hujan turun.
“Saluran air yang menjadi jalur utama aliran air sekarang tidak mampu menampung debit air yang besar. Akibatnya, saat hujan deras turun air meluap dan menyebabkan banjir di lingkungan warga Metro dan lingkungan Kedung .Seandainya aspirasi masyarakat waktu itu dijalankan, yaitu meninggikan jembatan, mungkin kejadian ini bisa diminimalisir,” ujar Deni saat meninjau lokasi.
Deni mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat bersama pihak terkait telah melakukan musyawarah pada 28 April 2018. Dalam kesepakatan tersebut disepakati adanya beberapa program penanganan, termasuk pembangunan gorong-gorong dan penataan saluran air guna mengantisipasi potensi banjir.
Namun hingga kini, menurutnya, sejumlah poin kesepakatan tersebut belum terealisasi secara maksimal.
“Kami meminta pihak pengelola tol Tangerang–Merak untuk segera bertanggung jawab dan menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat, termasuk pembangunan gorong-gorong serta normalisasi saluran air,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung proyek pelebaran jalan tol karena dinilai penting bagi perkembangan infrastruktur dan kelancaran transportasi di wilayah Cilegon. Meski demikian, pihak pengelola proyek diharapkan tetap memperhatikan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar.
Sementara itu, petugas pemeliharaan saluran tol menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan gorong-gorong di sekitar lokasi guna mengatasi sampah yang menghambat aliran air. Pembersihan tersebut dilakukan oleh sejumlah personel dengan mengangkat sampah berupa daun dan ranting yang menyumbat saluran.
Mulyana selaku Ketua RT mengatakan
Meski demikian, warga berharap adanya langkah penanganan yang lebih permanen, seperti pembangunan gorong-gorong yang lebih besar serta peninggian jembatan, agar banjir tidak kembali terjadi saat musim hujan.
Warga juga berharap pihak pengelola jalan tol dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut demi keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah proyek. Bila mana tidak diindahkan di khawatirkan dilakukan aksi di jalan tol .


Komentar Via Facebook :