Halal Bihalal IPPK Klaten: Rajut Silaturahmi, Perkuat Persaudaraan Purna Karya Pendidikan
CYBER88 | KLATEN — Momentum halal bihalal dimaknai lebih dari sekadar tradisi pasca-Idulfitri oleh para purna karya pendidikan di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus mengenang pengabdian panjang insan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Insan Purnakarya Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Cabang Klaten, Drs. H. Suparno, M.Pd., dalam sambutannya pada acara halal bihalal keluarga besar IPPK Ranting Khusus Kabupaten Klaten di Rumah Limasan Tegalmulyo, Gergunung, Klaten Utara, Rabu (15/4/2026).
Menurut Suparno, halal bihalal menjadi momen penting untuk mempertemukan kembali para purna karya—mulai dari pensiunan guru, kepala sekolah, hingga staf dinas—dengan rekan sejawat serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.
“Ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga ajang merajut kembali persaudaraan yang tulus serta memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi ini juga sarat makna spiritual melalui saling memaafkan atas segala khilaf dan kesalahpahaman yang mungkin terjadi selama masa pengabdian.
“Halal bihalal menjadi ruang penyucian hati, baik dalam hubungan vertikal maupun horizontal, sehingga tercipta ketenangan dan keikhlasan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini kerap dirangkai dengan pertemuan paguyuban maupun pelepasan purna tugas, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi para pendidik yang telah mengabdi.
“Meski telah purna tugas, kontribusi mereka tetap dibutuhkan. Pengalaman yang dimiliki dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan pendidikan di Klaten,” tegas Suparno.
Sementara itu, Ketua IPPK Ranting Khusus, Drs. H. Tantyo Hatmono, M.Pd., berharap organisasi yang dipimpinnya mampu menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana pengabdian sosial bagi para anggotanya.
“Kami ingin IPPK Ranting Khusus ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk terus peduli dan berkontribusi bagi sesama,” katanya.
Dalam tausiyahnya, mubaligh Drs. H. Kamidi, M.Pd., menekankan bahwa halal bihalal merupakan sarana efektif untuk memperkuat ukhuwah dan keharmonisan antar insan pendidikan.
“Tradisi ini menciptakan suasana damai, penuh kekeluargaan, dan mempererat ikatan persaudaraan,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai elemen purna karya pendidikan, mulai dari mantan pegawai dinas, kepala sekolah, pengawas, hingga tokoh pendidikan di Kabupaten Klaten.(Agus STP)


Komentar Via Facebook :