Ziarah dan Doa Bersama Warnai Peringatan Hari Lahir Almarhum Benny Indra Ardhianto

Ziarah dan Doa Bersama Warnai Peringatan Hari Lahir Almarhum Benny Indra Ardhianto

CYBER88 | KLATEN – Peringatan hari kelahiran almarhum Benny Indra Ardhianto pada 14 April berlangsung dalam suasana penuh haru dan kebersamaan. Keluarga besar menggelar ziarah makam dan doa bersama di TPU Jonggrangan, Ngreden, Wonosari, Selasa (14/04/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh ayah almarhum, H. Hariyanto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klaten. Hadir dalam kesempatan itu keluarga, sahabat, serta sejumlah petugas keamanan dari lingkungan rumah dinas Wakil Bupati Klaten dan Delanggu.

Rangkaian acara diawali dengan penghormatan di pusara, dilanjutkan pembacaan surat Yasin, dzikir, dan tahlil. Doa bersama menjadi inti kegiatan, sekaligus momentum mengenang sosok almarhum yang dikenal memiliki hubungan erat dengan banyak kalangan.

Kehadiran para petugas keamanan dari dua lokasi dinas turut memberi warna tersendiri. Mereka tidak hanya hadir dalam kapasitas tugas, tetapi juga sebagai bagian dari lingkaran sosial yang pernah berinteraksi dekat dengan almarhum semasa hidupnya.

Dalam sambutannya, H. Hariyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peziarah. Ia menegaskan bahwa momen tersebut bertepatan dengan ulang tahun almarhum yang ke-34, sehingga ziarah menjadi ruang refleksi sekaligus penghormatan atas kenangan yang ditinggalkan.

“Terima kasih atas kehadiran semuanya. Hari ini bertepatan dengan hari lahir Mas Benny, sehingga menjadi momen yang sangat mengharukan bagi kami keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya doa dan amal sebagai bekal yang terus mengalir bagi mereka yang telah berpulang. Menurutnya, ada tiga hal yang tidak terputus: doa anak yang saleh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat.

Selain itu, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi penguat bagi keluarga. Sejumlah petugas keamanan terlihat berbincang hangat dengan keluarga, mengenang kebersamaan bersama almarhum. Hal tersebut menjadi penghibur di tengah suasana duka yang masih terasa.

Para peziarah yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, hingga rekan kerja dan tokoh masyarakat. Mereka bergantian memanjatkan doa serta berbagi kenangan tentang sosok almarhum yang dikenal ramah dan aktif dalam kegiatan sosial.

Momentum ziarah ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi. Keluarga besar membuka ruang kebersamaan sekaligus merencanakan kegiatan lanjutan seperti pengajian rutin dan amal sebagai bentuk penghormatan berkelanjutan.

Warga sekitar menilai kegiatan seperti ini memiliki makna penting dalam menjaga nilai kebersamaan dan empati sosial. Ziarah tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, keluarga kembali mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan almarhum dalam setiap kesempatan. Mereka berharap nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan dapat terus hidup melalui doa dan amal yang dilakukan bersama.

Peringatan hari kelahiran ini menjadi bukti bahwa kenangan terhadap seseorang dapat menjelma menjadi kekuatan sosial yang mempererat persaudaraan dan menghidupkan semangat berbagi kebaikan. (Agus STP)

 

Komentar Via Facebook :