Kembangkan Inovasi Kesehatan dan Industri Hijau, UNJA Tembus Babak Final Satria Data 2026 di UNDIP
Dua tim mahasiswa ke babak final Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2026. Cyber88-SW
CYBER88 | Jambi - Universitas Jambi (UNJA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Berdasarkan pengumuman Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dirilis pada 12 Oktober 2026, UNJA sukses meloloskan dua tim mahasiswa ke babak final Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2026.
Capaian tersebut menempatkan UNJA sebagai satu-satunya perguruan tinggi asal Pulau Sumatera yang tercantum dalam daftar finalis nasional tahun ini. Babak final rencananya akan diselenggarakan secara luring di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang.
Diwartakan laman resmi Universitas Jambi, kedua tim UNJA berhasil menembus dua cabang kompetisi berbeda, yaitu Statistics Essay Competition (SEC) dan Statistics Infographic Competition (SIC). Masing-masing cabang tersebut diikuti oleh 12 finalis terpilih dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Secara keseluruhan, terdapat 48 tim finalis dari 19 perguruan tinggi yang ditetapkan bersaing dalam empat cabang Satria Data 2026. Berdasarkan jumlah tim finalis, UNJA berada di peringkat bersama ketujuh secara nasional, setara dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Pada cabang SEC, tim UNJA mengusung gagasan bertajuk DengueSight. Tim yang diketuai oleh Muhammad Faris Rizqullah bersama anggota Adinda Aisyah Welliani dan Marwin Federico Aslen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ini dibimbing oleh I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop.
DengueSight merupakan sistem prediksi berbasis machine learning dan data surveilans multisumber untuk deteksi dini risiko dengue di Indonesia. Inovasi ini menawarkan pendekatan analisis data kesehatan yang membantu membaca risiko penyakit secara lebih awal bagi masyarakat.
Sementara itu, pada cabang SIC, tim lintas disiplin dari tiga fakultas sukses unjuk gigi dengan karya berjudul “Baja Hijau atau Emisi Biru? Membaca Lintasan Dekarbonisasi Industri Hard-to-Abate Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060.” Karya tersebut juga menghasilkan luaran berupa aplikasi Saber Karbon untuk membantu industri baja mengelola emisi karbon.
Tim SIC diketuai oleh Aziz Alhadiid (Fakultas Sains dan Teknologi) dengan anggota Wilda Andriani Safitri (FKIK) serta M. Ridho Izwan (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), di bawah bimbingan dosen pembimbing Bunga Mardhotillah, S.Si., M.Stat.
Rangkaian babak final Satria Data 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026, dilanjutkan dengan malam penganugerahan pada 28 Oktober 2026. Menjelang kompetisi puncak tersebut, kedua tim UNJA terus mematangkan persiapan materi presentasi dan memperdalam substansi karya demi hasil yang maksimal.(SW)


Komentar Via Facebook :