Kartu BPJS program pemerintah "sudah tidak berlaku" lagi untuk warga miskin

Kartu BPJS program pemerintah "sudah tidak berlaku" lagi untuk warga miskin

Cyber 88 Cirebon raya," 29/12/19,kesedihan dan kekecewaan terhadap pelayanan Rumah sakit yg tidak mau melayani manfaat BPJS program pemerintah. Terbukti menurut Nara sumber korban kurangnya pelayanan dan penanganan Rumah Sakit,pasangan suami istri ( pasutri ) An dan Sr, warga desa Panongan blok pintu air kec,Palimanan Kab,Cirebon Jawa barat, An ketika di konfirmasi awak media cyber 88 menceritakan pengalamannya betapa sedih,kecewa,dan sedikit emosi kepada pihak RS yg memang secara tidak langsung menolak pendaftaran BPJS untuk mendapat pengobatan. Diceritakan berawalan dr tgl 28 /08/19 anak bungsunya yg masih berumur 5 bulan ini mengalami sakit panas yg tinggi,sehingga Krn panas yg g kunjung turun pasutri ini membawanya ke bidan desa,setelah diperiksa bidan menyarankan utk di rujuk kerumah sakit terdekat ke rumah sakit ibu dan anak RS KLS yg ada di kecamatan Palimanan,dr saran bidan trsb ,lalu berangkatlah pasutri ini dgn nenek korban dlm satu kendaraan bermotor,bonceng 3 dewasa 1 anak kecil pergi ke RS yg dirujuk ,setibanya diri RS pukul 07,15, KLs,di ruang UGD Seorang petugas mengarahkan Pasutri ini ke arah admin RS utk mendaftar dulu , ketika mau mendaftar di perlihatkan surat rujukan dan kartu BPJS akhirnya Admin RS menolak dan disarankan utk ke RSUD awn dengan di buatkan rujukan krmbali ,lalu pasutri dan neneknya kembali pergi menuju ke RS yg menjadi Rujuknya ,setibanya di RSUD Awn,mereka pun kembali mendatangi UGD berharap mendapat penanganan dan pengobatan yg layak,namun di luar dugaan di Di ruang UGD antrian pasien banyak namun begitu pasutri ini ttp sudah sampai RS dan mencari admin untuk mendaftar namun blm nyampe bagian admin RS di hadang oleh security Satpam RS "mau kmna pa? Mau daftar berobat anak sakit sambil nunjukin rujukan dan kartu BPJS,"ga bisa masuk pa Ruangan penuh cari RS lain aja,! "Ga bisa pa mohon dibantu anak saya sudah kritis harus cepat di obati,tolong pa?," Klw ga bisa ya ga bisa ruangan nya penuh sembari nada keras tutur satpam,agar supaya kami pergi,disitulah kami jg lebih bingung mau kmna LG untuk mendapatkan pelayanan dan pengobatan anak sy yg semakin kritis dirasa dan diliat panas yg semakin tinggai,sembari berjalan utk meninggalkan RSUD Awn kembali jalan adalah pulang namun di perjalanan An ( ayah korban) kembali masuk datang kembali ke RS ibu dan anak KLS Setibanya di RS KLS sekitar pukul 09,10 kembali mendatangi UGD dan kembali meminta penanganan pengobatan untuk anaknya,akhirnya pasutri ini kembali menghampiri bagian Admin RS namun " ibu knpa balik LG ke sini kan disuruh ke RSUD Awn ,!"iy Bu cuma di sana menolak karena penuh ," ya gmn si di sini jg ga bisa ,dah nnti sy tanya dulu jawab admin, akhirnya sambil nunggu dan bingung akhirnya pasutri ini ttp bertahan di UGD walau blm dia apa Spain anaknya, beberapa menit kemudian Pasutri ini pun kembali meminta kebijakan kpd Admin RS utk bisa di obati dengan cara apa aja tuturnya," baik jadi disini ada yg kosong kls 1 dan 2 itu pun harus ada DP ( uang di muka ) 1,5 JT bermaterai, Krn pake bpjs g bsa ,itu silahkan di pikirkan dulu katanya,An yg hanya membawa uang 300 ribu bercerita ke istri dan mertua dan bermaksud untuk mencari tambahan pinjaman ke siapa Saja akhirnya di resto istri dan mertua yg siap menunggu di RS akhirnya An pun menghampiri Admin dan mengatakan tolong di tangani dulu Bu biar saya cari uang utk DP kareba kurang, Iya pun pergi dgn niat mencari pinjaman ,, Namun Tuhan sudah berkehendak lain sekitar pukul 13,30 siang anak bungsunya ,meninggal dunia karena tidak maksimal mendapatkan pelayanan karena menurut keterangan istrinya hanya di periksa ringan biasa saja suhu dan panas saja, kesedihan dan duka yg dirasakan ibu dan neneknya korban terlebih An bapaknya lebih2 sedih dan sakit hati kecewa atas ketidak mampuannya sebagai masyarakat miskin di perlakukan seperti ini,akhirnya datang lah bapaknya si korban melihat anak nya yg sdh ga bernyawa meninggal dunia,maka segeralah di urus utk di bawa pulang jenazah anaknya dan pihak admin meminta pasutri ini utk membayar 1 ,6 JTutk pelayanan seperti itu ,pasutri ini ga memikirkan biaya Krn penuh kekecewaan karena ada org lain yg menyarankan utk bawa pulang SJ aja dulu ,sehinggasekitsr pukul " 2.40'' wib pulang membawa jenazah anaknya, Di akhir cerita ini kami awak media cyber 88 merasakan kesedihan dan kekecewaan yg di alami oleh keluarga AN . "-Apa orang miskin harus seperti ini ? "-Apa kartu BPJS bantua program pemerintah sdh g berlaku LG ? "-Apa orang miskin ga lagi perhatikan LG oleh pemerintah baik desa,bupati,gubernur,dan persiden. Lalu kemana hak kewarganegaraan bisa mengadu meminta keadilan kepada kami2 orang susah . Untuk itu An menyatakan kami warga miskin dengan tidak mau kejadian ini bisa terulang kembali kepada orang- orang susah lainya agar ga di perlakukan seperti apa yg di alaminya kehilangan anak balita karena lambat nya penanganan dan penolakan kartu BPJS dengan alasan ruangan penuh utk itu kepada BPK Presiden melalui media ini sy mohon untuk di perhatikan kembali warga kurang mampu dan menindak Rumah sakit yg ga mau menerima kartu peserta bpjs utk mendapatkan pelayanan pengobatan selayaknya agar orang sakit bisa tertolong bukan meninggal Krn kurang cepat tanggap terhadap pasienya,.( Iwans)

Komentar Via Facebook :