Walikota dan Bupati Bahas Terminal Batas Kota, Untuk Mengurangi Kemacetan

Walikota dan Bupati Bahas Terminal Batas Kota, Untuk Mengurangi Kemacetan

CYBER 88, BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terus berupaya untuk mengurangi angkutan kota (angkot) di Kota Bogor. Bima menjelaskan akan membicarakan terminal batas kota untuk mengatur pembatasan angkutan kota dalam provinsi (AKDP). Bima bersama Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin usai menggelar pertemuan di Balai Kota Bogor, Senin (17/2/2020) membahas kerja sama pengolahan sampah.

Meski belum dibicarakan pada pertemuan tersebut, terminal batas kota akan dibicarakan secara bertahap. "Belum (dibicarakan), tadi masih membicarakan sampah dulu. Bertahaplah, begitu," kata Bima. Ade Yasin pun sependapat dengan pembuatan terminal batas kota di Bogor. Ade mengungkapkan, terminal batas kota memang harus ada untuk mengatur beban kemacetan.

"Berarti harus ada terminal batas kota, sebetulnya ada di kita, di Laladon. Dua-duanya (kota dan kabupaten) ada,” kata Ade. Kota dan Kabupaten Bogor memiliki terminal yang dibangun berdekatan, yakni Terminal Laladon milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bogor dan Terminal Bubulak milik Pemkot Bogor.

Keberadaan dua terminal tersebut dinilai kurang efektif dan menambah kemacetan. Sempat muncul wacana, baik Terminal Bubulak dan Terminal Laladon. Sehingga penataan transportasi di batas kota terintegrasi. Namun, sampai saat ini upaya tersebut tak kunjung terealisasi.

"Kalo difungsikan dengan baik gak masalah, cuman kadang-kadang masyarakat inginnya langsung-langsung aja," kata Ade. Ade mengakui membatasi angkot di wilayah masih cukup sulit. Pasalnya, angkot masih menjadi modal transportasi penghubung antar Kota-Kabupaten Bogor dan sebaliknya. Meski demikian, Ade menyatakan, akan berusaha mengatasi permasalah transportasi di perbatasan kota. "Nati kita juga pikirkan kemudian," jelas Ade.(Y2 Z/TS)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :