Akselerasi Program Strategis Nasional, Pemkab Majalengka Pacu Swasembada Pangan

Akselerasi Program Strategis Nasional, Pemkab Majalengka Pacu Swasembada Pangan

CYBER88 ​| MAJALENGKA, -- Pemerintah Kabupaten Majalengka bergerak cepat dalam merealisasikan berbagai program strategis, baik berskala nasional maupun daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat memimpin Apel Pagi di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka pada Selasa (07/07/2026).

​Dalam arahannya, Bupati menggarisbawahi tiga pilar utama pembangunan daerah yang saat ini sedang berjalan intensif: akselerasi ketahanan pangan nasional, serta sistem pengelolaan sampah demi mengejar tenggat ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

​Kontribusi Majalengka untuk Swasembada Pangan.

​Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang menjadi amanat langsung Presiden RI Prabowo Subianto, Pemkab Majalengka menyalurkan stimulan pertanian. Bantuan tersebut berupa alokasi sarana prasarana untuk dua kelompok tani prasejahtera, perluasan lahan tembakau, serta pendistribusian 150 unit hand sprayer modern.

​Langkah taktis ini selaras dengan pencapaian nasional, di mana Indonesia sejak tahun 2025 telah berhasil menghentikan total impor beras, bahkan mencatat surplus (overload) komoditas pangan hingga 4,1 juta ton.

​Bupati Eman Suherman mengapresiasi visi kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer dan pengusaha tangguh. Visi tersebut dinilai mampu merombak tata kelola agraria secara tuntas dengan memanfaatkan jutaan hektare lahan potensial, termasuk konversi lahan gambut menjadi lahan pertanian produktif.


​DKP3 Majalengka Siap Kawal Perluasan Lahan dan Surplus Pangan.

​Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H.Gatot Sulaeman menambahkan teknis mengenai kondisi riil di lapangan, khususnya terkait tata kelola lahan pertanian dan kontribusi daerah.

​Perluasan lahan tembakau di Majalengka merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan potensi keunggulan komparatif wilayah. Dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pemkab berkomitmen meningkatkan produktivitas sekaligus taraf hidup para petani, khususnya kelompok tani prasejahtera agar mampu naik kelas.

​Selain itu, DKP3 Majalengka tengah melakukan pemetaan ulang dan maksimalisasi pemanfaatan lahan tidur serta lahan marginal agar menjadi lebih produktif. Menghadapi tantangan perubahan iklim di tahun 2026 ini, mekanisasi pertanian dan efisiensi penggunaan air menjadi kunci utama peningkatan indeks pertanaman (IP).

​Kadis DKP3 menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal visi swasembada pangan nasional.

​"Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, Majalengka bangga bisa menjadi bagian dari pencapaian sejarah di mana Indonesia mampu menghentikan impor beras dan mencatat surplus hingga 4,1 juta ton sejak tahun lalu. Kami di daerah terus memacu produksi gabah dan komoditas pangan lainnya agar surplus ini tetap terjaga stabil, sekaligus memastikan pasokan pangan lokal aman serta harga di tingkat petani tetap menjanjikan," tegas H. Gatot.

Pada panen raya Maret 2026 kemarin, produktivitas lahan di beberapa kecamatan (seperti Kertajati, Jatitujuh dan Jatiwangi) mencetak angka rekor yang sangat tinggi, yakni mencapai 10,7 hingga 11,5 ton per hektare. Angka ini mendongkrak akumulasi surplus beras di tingkat daerah secara signifikan.

Komentar Via Facebook :