Ragam Kegiatan Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya."Eratnya Kaitan Antara Sejarah, Budaya dan Pertanian.
CYBER88 TASIKMALAYA-Dalam Rangka memperkuat persatuan seluruh komunitas sunda, kamis 20-02-2020 di selenggarakan kegiatan Deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya (F3S) yang bertempat di Batu Mahpar, salah satu tempat wisata yang berada di kaki gunung galunggung, tepatnya di kampung pangkalan desa Sukamulih kecamatan Sariwangi kabupaten Tasikmalaya provinsi Jawa Barat.
N.R Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya.B.Mus.MA, yang kerap di panggil "Bunda Ully" yang merupakan Ketua Presidium MCKN Pajajaran Provinsi Jawa Barat dan juga sebagai salah satu Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara Pajajaran, saat di temui awak media Cyber88 di musium Geopark Galunggung menyampaikan bahwa kegiatan Deklarasi F3S ini menjadi momentum menguatnya persatuan komunitas komunitas kesundaan yang ada di tatar Jawa Barat khususnya dan juga untuk terus melestarikan peninggalan dan sejarah para leluhur, juga sekaligus menjawab pernyataan yang pernah di lontarkan oleh salah satu budayawan terkenal beberawa waktu yang lalu, tentang sejarah sunda yang menyinggung tentang ciamis dan pajajaran. Walaupun sempat marah namun beliau mengatakan, menjawan dengan fakta.
Bunda Ully, mengajak kepada khususnya para komunitas kesundaan umumnya seluruh komunitas lain dengan perjalanan sejarahnya masing masing untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI, supaya tidak mudah di pecah belah seperti masa kelam ratusan tahun yang lalu di era penjajahan, dan juga sebagai MCKN beliau mengajak kepada generasi muda untuk mengembangkan budaya dan situs sejarah sunda, tuturnya.
"Saat di tanya kaitan Sunda atau kesundaan dengan kelompok yang telah menggegerkan jagat indonesia, yang mempunyai kesamaan nama "Sunda Empire - Earth Empire" beliau hanya tersenyum dan menjawab;
"Itu tidak ada kaitannya.. ujarnya.
Selanjutnya saat di tanya, bagai mana komentarnya tentang keberadaan kelompok yang yang mempunyai kesamaan nama dengan nama Sunda itu, beliau hanya menjawab "Saya tidak bisa berkomentar dan itu sepenuhnya kewenangan pemerintah. Tandasnya.
Selanjutnya awak media Cyber88 mendatangi salah satu undangan yang ternyata bukan dari kelompok budaya. Mereka adalah kelompok para petani peduli Indonesia dari Jogjakarta yang sengaja menghadiri acara F3S dan louncing Geopark tersebut.
Dalam kesempatan itu, komunitas para petani peduli indonesia memberikan cindra mata berupa bibit pohon kelapa kepada sekda kabupaten Tasikmalaya dan kepada Abah Anton yang selaku ketua F3S, dan menyampaikan, bahwa budaya itu sangat erat sekali kaitannya dengan pertanian. Para petani tersebut juga menyampaikan pesan "hendaknya seluruh warga Indonesia mau menanam minimal satu pohon kelapa ditanah tanah kosong milik pribadi, gerakan ini disebut sebut sebagai petani peduli indonesia.(Samsu)


Komentar Via Facebook :