Security RAPP Merasa Seperti Paspampers. Jurnalis "Dihadang Security" Untuk Meliput Kunjungan Presiden RI
Jurnalis-dihadang-security-rapp-saat-melakukan-kegiatan-peliputan-presiden-ri
CYBER88 PELALAWAN - Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Ir, H. Joko Widodo ke Provinsi Riau. Dalam agendanya, Jokowi dan rombongan berkunjung ke PT. APR untuk meresmikan Pabrik. Jum'at pagi (21/02/2020).
Pada kunjungan Presiden RI ke PT APR, membuat para awak media atau Jurnalis banyak yang ingin melakukan Peliputan kegiatan yang akan dilakukan oleh Presiden RI, termasuk peresmian Pabrik PT APR yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau.
Sayangnya, petugas keamanan atau Security RAPP, menghadang hadangi tugas Jurnalistik untuk melakukan Peliputan pada kegiatan tersebut.
Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, ke Kabupaten Pelalawan khususnya Kota Pangkalan Kerinci, Jumat (21/02/2020) dalam rangka meresmikan pabrik PT Asian Pasific Rayon (APR) yang masih dalam kawasan PT RAPP sangat ditunggu-tunggu masyarakat Pangkalan Kerinci, juga oleh kalangan Insan Pers.
Namun sangat disayangkan, tindakan arogansi security dan pihak manajemen RAPP melarang beberapa wartawan yang salah satunya ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Pelalawan, mengambil gambar yang hanya berjarak sepuluh meter dari jalan yang akan dilalui rombongan Presiden Jokowi.
Meski hanya sekedar mengambil gambar untuk foto berita ketika iring-iringan Presiden Jokowi datang, pihak security PT RAPP tidak memberikan izin. Bahkan salah seorang yang diduga bernama elvianto merupakan pihak dari manajemen PT RAPP dengan arogannya mengatakan tidak memperbolehkan media masuk meliput atau mengambil gambar tanpa seijin Budi Firmansyah yang merupakan Humas PT RAPP.
Bahkan ketika diberitahukan bahwa sudah ada izin sebelumnya melalui pesan singkat dari Humas PT RAPP Budi Firmansyah, mereka tidak perduli dan tidak mau membaca pesan tersebut.
"Pokoknya kalau tidak ada izin dari Budi tidak boleh," ujarnya dengan nada kasar dan menyuruh anggota security untuk mengusir para wartawan.
Ketua IWO Pelalawan, Anton Sikumbang yang dilarang dan sempat berdebat dengan elvianto dan juga pihak security ini, sangat menyayangkan tindakan larangan meliput dan mengambil gambar kedatangan Presiden Jokowi tersebut.
"Kita datang untuk meliput kegiatan Jokowi, kita sudah memakai pakaian resmi dan kartu pers, kenapa harus dilarang? Apakah seperti itu aturan yang dibuat PT RAPP? Ada apa di balik ini semua?" Ujarnya kesal.
"Saya sudah beberapa kali menghadapi kedatangan Presiden Jokowi untuk kegiatan liputan, bahkan sempat beradu argumen dengan pihak Paspampres, namun mereka masih bisa memberikan toleransi dan mengijinkan masuk untuk mengambil gambar. Tapi ini kok dilarang, ada apa? Apakah karena ini kawasan mereka dan semau gue berbuat sesuka hati?" Sambungnya dengan nada emosi.
Diakhir keterangannya ketua IWO Kabupaten Pelalawan mengatakan agar pihak manajemen PT RAPP memberikan penjelasan kenapa hal tersebut bisa terjadi.
"Saya selama ini sudah berhubungan baik dengan beberapa Humas PT RAPP dan mereka mengenal saya. Ini merupakan tindakan pelecehan terhadap saya selaku wartawan yang mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan mempublikasikan kepada masyarakat," Ucap ketua IWO Pelalawan.
Sementara itu, ketika Cyber88.co.id menghubungi atau meminta konfirmasi kepada Humas RAPP, Budi Firmansyah, terkait kejadian tersebut, Budi mengatakan.
"Terkait kejadian tidak dapat masuknya rekan-rekan media ke acara kunjungan Presiden dan peresmian Pabrik PT APR tadi pagi, kami mohon maaf jika terjadi kesalah pahaman. Pada acara kepresidenan dimanapun, kita sama-sama mengetahui kendali protokoler untuk acara dan keamanan ada pada Tim Sekretariat Negara (Setneg) dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)," Ucap Budi.
Budi juga menambahkan, "Pihak perusahaan harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan, dan akses masuk siapapun ke Acara, harus sepengetahuan dan persetujuan dari Setneg dan Paspampres," pungkas Budi kepada Cyber88.co.id melalui pesan Whatshap, Jum'at (21/02/2020).
(Red/dav)


Komentar Via Facebook :