Kuncen Barepan Komentari Covid-19 sebagai Seleksi Alam

Kuncen Barepan Komentari Covid-19 sebagai Seleksi Alam

CYBER88.CO.ID | Cirebon - Penyebaran Virus Covid -19 atau Corona yang semakin hari terus melanda umat manusia di seluruh Dunia bahkan di negara tercinta kita, di Negri kita sudah hampir dua minggu lebih di berbagai daerah korban berjatuhan, dalam hal ini masyarakat merasakan ketakutan dan kepanikan walaupun dalam hal ini pemerintah sudah membuat aturan dan kebijakan untuk mengantisipasi, pencegahan dan menangani korban virus corona.

Ketika tim Cyber88 Cirebon mendatangi salah satu kuncen atau juru kunci situs kramat makam yang ada di Kab. Cirebon, yaitu di Makam Kramat Buyut Kebarepan blok si kalong, kami pun bertemu langsung dengan juru kunci, Bpk. Soetomo Budi Santoso, ia pun memberikan komentarnya.

"Mengenai kejadian yang sangat luar biasa ini, wabah virus corona yang melanda umat manusia di beberapa negara termasuk sekarang di indonesia ini sebenarnya sudah ada prediksi sebelumnya hanya saja kalau boleh saya cerita bahwa seharusnya manusia sebagai makluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan juga makluk sosial makluk paling sempurna," tuturnya.

"Cobalah berpikirnya jangan secara ilmiahnya saja, coba berpikirlah secara alamiahnya juga, karena hidupnya manusia itu harus berimbang, seimbang secara lahiriah dan batiniyah, dunia dan akirat lahir batin maka tadi sudah dikatakan bepikirlah secara ilmiah dan alamiah," tegasnya.

"Secara kehidupan manusia mempunyai tiga alam, yaitu pertama, alam pikiran atau di sebut nalar. Kedua, alam perasaan atau di sebut naluri. Ketiga, alam batin yang disebut nurani. Di sinilah manusia banyak yang terjebak," jelasnya.

 "Coba kita pikirkan keserakahan, kekuasaan adalah sifat dan ulah manusia sudah di mana-mana, ketika jadi pejabat, baik pemerintahan, kehakiman, kejaksaan, aparat hukum, pengusaha, dan orang kaya, semua jadi penguasa, artinya dengan fenomena kejadian wabah virus corona ini adalah sebagai teguran atau ujian, maka di tahun ini adalah sebagai seleksi alam agar manusia kembali ke jalan yang benar," imbuhnya.

"Contoh, kalau jadi pejabat dan lainnya, cobalah jangan pernah korupsi. Begitu pula hukum, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah, sebaliknya kalau jadi masyarakat, pengusaha, dan orang kaya, janganlah jadi rentenir atau lintah darat," dirinya menegaskan.

"Sadarlah wahai manusia, kembalilah ke alaminya sebagai manusiawinya yang punya nalar, naluri, dan nurani, karena ketiganya berkaitan. Perhatikan masyarakat bawah, berdayakan yang punya potensi walau tak berpendidikan tinggi, coba gali, karena zaman sekarang mau gelar apa saja bisa asal ada uang. Itu termasuk keserakahan, alhasil pekerjaan pun tidak maksimal. Ulurkan sebagian hartanya untuk yang kurang mampu, coba sadarlah," ujarnya mengakhiri.

Komentar Via Facebook :