Ojol bersama Telkom Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Ojol bersama Telkom Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

CYBER88.CO.ID | Jakarta - Dampak mewabahnya Covid-19, membuat warga ibukota prihatin, karena tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti bekerja.

Rembuk Nasional Pengemudi Online (RNPO) di tengah keprihatinan kehidupan yang sangat prihatin dampak virus itu, Senin (20/4) siang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat. Pengemudi yang memiliki aplikasi RNPO bekerja sama dengan Telkom.

Teknis pemeberian sembako dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga. Hal ini untuk mencegah dari kerumunan warga yang dikhawatirkan dapat menyebabkan penularan virus corona.

Sebelum pemberian 4.600 paket sembako, dilakukan pemberian simbolis oleh Prof. Jimly Asshiddiqie, selaku penasehat Pembina RNPO di RTH Kalijodo yang didampingi Jaha Nababan Pembina RNPO dan Daenk Jamal ketua GBT.

Dari isi paket sembako yang diberikan, berisikan beras 5 kg, mi instan 5 bungkus, minyak goreng 1 liter, sarden 3 kaleng kecil, gula pasir 1 kg, susu 1 liter, teh celup 1 kotak, 1 kecap manis botol kecil, dan saos 1 botol kecil.

Di saat pemberian simbolis, Prof. Jimly menjelaskan, "Pokoknya dibenahi saja kalau keadaan darurat begini, pasti kacau. Tapi jangan gara-gara soal teknis menjadi ribut, nanti tidak fokus untuk menyelamatkan warga."

"Keselamatan keluarga adalah hukum yang paling tinggi dan itu diprioritaskan dulu, kita perbaiki sambil jalan, jangan saling menyalahkan," jelasnya.

Jaha Nababan selaku ketua RNPO menambahkan, sebagai pelaku industri online roda empat dan roda dua, agar masyarakat tahu bahwa pihaknya tidak hanya menuntut, tapi bisa berbagi.

"Kita ambil peran serta membantu pemerintah, bahkan ini tidak semuanya untuk driver online yang mendapatkan, ada tuna netra, ada keluarga lansia pula, dan ada pekerja lepas harian," tambahnya.

Masih ditambahkan, "Tidak benar kalau ada orang bilang ojol itu kerjaannya cuman nuntut. Buktinya, saat ini berbagi dan apa namanya, juga ambil peran yang cukup penting dalam distribusi ini supaya tidak terjadi kerumunan."

"Jadi, ini semua kita antar ke rumahnya masing-masing menggunakan aplikasi yang didukung oleh Telkom. Bukan aplikasi yang biasa, tapi aplikasinya netral, sehingga bisa diaudit. Ini adalah bagian memperbaiki nama driver online dan ojol saat ini," pungkasnya.

Daenk Jamal menambahkan, "Jangan karena virus corona, kekeluargaan dan kebersamaan jadi luntur. Secara fisik boleh kita jaga jarak, tapi hati tetap tidak berjarak."

(Yons)

Komentar Via Facebook :