Diduga Tutupi Perkara, Oknum ASN di Ciamis Tantang Wartawan

Arogan! Oknum ASN Banjaranyar Tantang Wartawan, Pemuda Pancasila PAC Banjaranyar Tak Tinggal Diam

Arogan! Oknum ASN Banjaranyar Tantang Wartawan, Pemuda Pancasila PAC Banjaranyar Tak Tinggal Diam

CYBER88.CO.ID | Ciamis - Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekarang di sebut Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pegawai yang telah memenuhi syarat, diangkat oleh pejabat yang berwenang, dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas negara dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut PP no. 42 tentang Pembinaan Jiwa Korp dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugas dan pergaulan hidupnya sehari-hari.

Secara etimologi, Pegawai Negri Sipil adalah pegawai yang mengabdi pada Pemerintah dan di antaranya bekerja untuk melayani masyarakat sesuai dengan sumpah jabatannya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai "Abdi Negara", seorang PNS yang bersikap arogan tentunya akan menimbulkam hal yang kurang berkenan bagi masyarakat.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, dimana salah satu pegawai Negeri Sipilnya dinilai arogan oleh sebagian masyarakat ketika melakukan komunikasi atau memberikan pelayanan.

Awal ketidaknyamanan yang dirasakan oleh sejumlah masyarakat ketika tanggapan masyarakat terkait simpang siur penyertaan anggaran Dana Desa di Bumdes Cigayam yang mendapat tanggapan yang kurang pas yang dilakukan oleh salah satu unsur pegawai Kecamatan Banjaranyar.

Masyarakat yang tergabung dalam Ormas Pemuda Pancasila merasakan adanya 'aroma tidak sedap' dari salah satu pegawai Kecamatan Banjaranyar yang terkesan arogan dalam menyikapi sebuah permasalahan yang ditayangkan oleh media Cyber88 secara online. Padahal, media hanyalah sebagai jembatan masyarakat dalam menyampaikan pesan moral.

Senin (13/4) lalu, Asep Tarsa, masyarakat Banjaranyar yang juga sebagai Ketua Pemuda Pancasila bersama dengan beberapa kepengurusannya mendatangi kantor Kecamatan Banjaranyar dengan maksud untuk bertemu dengan Camat Banjaranyar, Drs. H. Dedi Iwa Saputra, dengan maksud mengkonfirmasi tentang apa yang terjadi di Desa Cigayam dan juga perilaku dari pegawai Kecamatan yang dianggap kurang beretika dalam memberikan pelayanan publik. Namun sayangnya, saat itu Camat Banjaranyar sedang tidak berada di kantornya karena sedang ada kegiatan di luar.

Setelah menunggu selama kurang lebih satu minggu dan tidak ada respon atau tindak lanjut terkait hal tersebut, Senin (20/4) tadi Asep tarsa mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Ciamis.

Di sana, disampaikan kepada Kusdinar, Kepala Bidang Penanganan Kedisiplinan dan Kode Etik PNS, bahwa Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Banjaranyar menolak keras adanya oknum Kasie Pemberdayaan Masyarakat, Arif Subagja, S.Sos., di Banjaranyar. 

Apabila dia (Arif Subagja) tidak bisa merubah perilakunya yang sangat sangat memalukan, dengan bahasa yang arogan terhadap wartawan, dimana menurutnya hal tersebut tidak pantas dilakukan hingga Kasie tersebut membawa Institusi Polri (Polres) untuk menangkap salah seorang wartawan yang hanya berusaha mengkonfirmasi terkait permasalahan yang terjadi.

Sebagaimana disampaikan dalam pembicaraannya di telepon yang direkam oleh cyber88.co.id dengan kata-kata dalam Bahasa Sunda campuran, "Didinya keur dimana? Bisa datang teu ka imah Deni Lakbok? Sok ditunggu ayeuna ku saya jeung Ujang. Lamun teu kadieu, awas lamun panggih! Atawa saya nitah dulur saya ti Polres sina newak didinya!" tutur beliau dengan nada keras.

Dalam pernyataannya tersebut, artinya, "Kamu sedang dimana? Bisa datang tidak ke rumah Deni Lakbok? Ditunggu sekarang sama saya dan ujang. Kalau tidak kesini, awas kalau ketemu! Atau saya suruh saudara saya dari Polres untuk menangkap kamu!"

Hanya karena hal sepele, salah satu wartawan Media Cyber88 yang memuat berita terkait dugaan Dana Desa di Desa Cigayam yang dianggap tidak transparan, seorang PNS yang mengaku membidangi pemeritahan desa, terkesan hilang kendali, hilang wibawa, dan etika.

Seharusnya, apa yang dilakukan oleh Aparatur Negara haruslan menjadi contoh dan tauladan, dimana etika dalam berkomunikasi harus dikedepankan, dan jangan sampai karena perilakunya yang kurang beretika akan mencemarkan institusinya.

Kabid Kepegawaian, Kusdinar mengatakan, "Siap Kang, akan saya tindak lanjuti sesuai SOP dan akan dikroscek dulu secepatnya ke pihak Kecamatan Banjaranyar, karena kami juga harus menyampaikan hal ini kepada pucuk pimpinan," ujarnya.

Mendengar penjelasan dari kabid kepegawaian tersebut, Asep Tarsa pun menyampaikan, "Kami keluarga Besar Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Banjaranyar tidak akan tinggal diam, apabila ada oknum-oknum yang akan membuat keresahan di Kecamatan Banjaranyar!"

"Apalagi terhadap oknum yang akan memanfaatkan anggaran negara hanya untuk kepentingan pribadi tanpa bisa mempertanggungjawabkan di kemudian hari," tandas Asep dengan nada yang berapi-api.

Komentar Via Facebook :