Mencari Goa Mata Air Kuno di Gedong Cai

Mencari Goa Mata Air Kuno di Gedong Cai

CYBER88 l Bandung - Sebenarnya saya sendiri belum pernah mengunjungi lokasi Waterleiding Tjibadak, tapi dengan rasa penasaran yang cukup besar untuk mengetahui Sumber Mata air kuno gedong cai, perjalanan ini sebenarnya adalah sebuah perjalanan yang awam, kecuali secara samar mengetahui keberadaan Waterleiding Tjibadak ini diperoleh dari bermacam-macam sumber yang berserakan.

Maka dengan memanfaatkan peribahasa yang sangat mengandung muatan kearifan lokal khas negeri Timur, perjalanan menuju Waterleiding ini hanya bermodalkan sebuah pepatah, “malu bertanya sesat dijalan”. Dan memang pepatah ini terbukti manjur,” kata Mang Yadi Black (Panggilan Akrabl) kepada cyber88,co.id. setelah melakukan ekspedisi bersama tim.

“Mapay jalan satapak, ngajugjug ka hiji lembur da teu karasa capěna sabab aya nu di těang…” Sepotong lagu Sunda itu terngiang-ngiang dikuping ketika saya melakukan ekspedisi mengikuti perjalanan menuju Gedong Cai.

Ditengah perjalanan, saya bertemu dengan warga bernama Yayat (45), bertanya tempat dimana lokasi Waterleiding itu berada.

Ternyata warga sekitar mengenal lokasi Waterleiding itu sebagai Gedong Cai. Sayapun kemudian berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan warga ditemui tadi.

Ada suasana lain yang menyergap ketika mengetahui bahwa jalan setapak menuju Gedong Cai tersebut ternyata bukanlah jalan yang mulus-mendatar, melainkan berupa tanjakan yang menanjak dan turunan yang menukik, dengan kontur tanah yang licin dan basah.

Menurut Mang Yadi Black, dikatakan menyergap karena dirinya ditumbuk kesadaran, bahwa ternyata di sebuah wilayah kota madya Bandung ini masih dijumpai sebuah kawasan yang sangat asri dan terasa suasana hutan kotanya.

Jalan setapak, rumput alang-alang yang rimbun, rumah-rumah warga yang sederhana bak berada disebuah kampung terpencil, kebun-kebun sayuran dan bukit-bukit hijau menghampar.

Setelah hampir satu jam perjalanan di sebuah punggung bukit yang dirimbuni semak bambu, dengan diiringi suara daun bambu yang beradu bersahut-sahutan dari balik rerimbunan pepohonan, barulah kami menemukan lokasi Gedong Cai atau Waterleiding Tjibadak.

Lokasi Gedong Cai (Guha) itu berada di Jl. Cidadap Babakan masuk ke 2 RW yakni RW 04 dan RW 05 Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat.

Gedong Cai tersebut berada tepat dibibir sebuah tebing/jurang yang tidak terlampau dalam. Sementara di sekitar bangunan Gedong Cai itu diberi pagar besi berpintu.

Di sekitar bangunan itu ditumbuhi pohon-pohon bambu dan pohon aren. Dengan penanda biota alami itu, jelaslah bahwa ditempat tersebut pastilah menyimpan kandungan mata air.

Beruntunglah ketika kami berkunjung kesana pintu pagar itu tidak dikunci. Maka masuklah kami ke dalam halaman Gedong Cai. Dan tempat ini memang sesuai seperti yang ada pada sebuah foto hitam putih koleksi arsip KITLV ketika Gedong Cai atau Waterleiding Tjibadak ini diresmikan pada tahun 20-an.

Dan alangkah bahagia nya kami setelah melihat tulisan yang terpahat diatas plafon yang sudah agak memudar. Namun nama itu masih bisa terlihat meski agak sedikit samar. (Abah Gatan)

Kontributor : Yadi Black

Komentar Via Facebook :