Kematian "SRI KHAYATI" Setelah Menjalani Operasi Caesar Masih Menjadi Misteri Bagi Keluarga

Kematian "SRI KHAYATI" Setelah Menjalani Operasi Caesar Masih Menjadi Misteri Bagi Keluarga

CYBER 88, CILACAP - Operasi Caesar merupakan salah satu cara untuk mengurangi angka kematian dan langkah terahir bagi ibu-ibu yang sedang hamil yang tidak dapat melahirkan secara normal.

Namun lain cerita bagi salah satu warga masyarakat bpk. Rasmin Warga dusun rejasari RT/01 RW/09, desa Bojongsari Kec. Kedung Reja kabupaten Cilacap. beliau membeberkan kepada kami CYBER 88 kejadian yang di alami oleh istrinya ( Alm. Sri Khayati ) istri dari bpk. Rasmin mengandung anak yang kedua setelah dikehamilan nya yang berusia 41 minggu belum juga melahirkan, bpk. Rasmin membawa istri nya (Alm. Sri Khayati) ke klinik DUTA RAHAYU dimana tempat control / USG kehamilan istrinya. Disana dilakukan pemeriksaan oleh salah satu dokter ahli kandungan yaitu DR. Tatang, S.O.G., hasil dari pemeriksaan, dinyatakan bayi yang dikandung oleh ( Alm. Sri Khayati ) dinyatakan dalam keadaan sehat. Begitupun keadaan srihayati pada waktu itu dalam keadaan sehat namun saran dari dokter "apabila sampai tgl. 24 September 2019 belum juga melahirkan maka hendak nya segera di bawa ke RS. DUTA MULYA.

Setelah sampai pada tgl. 24 September 2019 belum juga melahirkan. Ahirnya bapa RASMIN membawa istrinya ke RS. Duta Mulya Majenang Kab. Cilacap setelah dilakukan pemeriksaan di RS Duta Mulya oleh DR. Tatang S.O.G selaku Dokter ahli kandungan sekaligus pemilik RS. Duta Mulya dinyatakan bahwa SRI KHAYATI harus segera dilakukan operasi CAESAR.

Keesokan hari nya pada tgl. 25 September 2019 sekitar pukul 06.00 WIB. dilakukan lah operasi bedah Caesar atas ijin dari suami Sri khayati (bpk. Rasmin ) yang ditanda tangani secara tertulis melalui perawat RS. Duta mulya sekitar pukul 07.00 WIB oprasi telah selesai bayi pun selamat sekitar beberapa jam setelah operasi CAESAR sekitar pukul 11.30 WIB.

Sri khayati ingin ke kamar mandi dibantu oleh suaminya. Disana terjadilah pendarahan yang hebat. melihat kejadian itu, Rasmin segera melaporkan ke pihak perawat RS. Duta Mulya. pihak RS. pun melakukan pertolongan dan meminta ijin kedua kalinya melalui perawat Duta Mulya untuk dilakukan operasi kedua yaitu Oprasi pengangkatan RAHIM. Sekitar Pukul 12.00 wib. dilakukan kembali operasi pengangkatan Rahim Saudari Sri khayati pada tgl. 25 September 2019. Sekitar pukul 16.30 wib. pihak RS. Duta Mulya memberitahukan kepda Rasmin bahwa kondisi istrinya dalam keadaan KRITIS dan harus segera dirujuk ke RSUD Majenang karena di RS. Duta Mulya tidak memiliki ruangan ICU. ahirnya dirujuk lah Sri khayati ke RSUD Majenang setelah dirawat di ICU sekitar pukul 22.30 wib. pihak RUSD Majenang memberitahukan terhadap pihak keluarga bahwa SRI KHAYATI tidak dapat diselamatkan dan Meninggal Dunia. Ketika kami tanya, apakah bapak RASMIN sebagai suami dari Alm. SRI KHAYATI menerima atas kejadian ini?RASMIN pun sontak menjawab sebenarnya saya masih ada unek-unek dan keraguan karena sampai saat ini saya tidak tau siapa dokter yang melakukan operasi terhadap istri Saya. Baik operasi yang pertama ataupun operasi yang kedua. Tapi saya kan masyarakat kecil yang tidak bisa apa-apa. Padahal saya sudah membayar Rp. 22.000.000 ( Dua Puluh Dua Juta ) untuk biaya operasi CAESAR, "Saya sengaja tidak pake BPJS walaupun saya punya BPJS. harapan nya supaya istri dan anak saya dapat diselamatkan, "Ujar nya

Atas keterangan tersebut akhirnya Tim Cyber88 melakukan penelusuran kepihak RS. Duta Mulya dan Dinas Kesehatan kab. Cilacap. keterangan dari Humas RS. Duta Mulya (Ibu Wahyuni) menjelaskan bahwa pihak RS. Duta Mulya telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan S.O.P (standar operasional).

Disinilah perlunya pemahaman terkait "S.O.P" bagi masyarakat ataupun para pelayan masyarakat terutama yang menyangkut kesehatan (Oprasi Caesar) disini ada Hak dan kewajiban seorang dokter juga Hak dan kewajiban Pasien.

Disini ada salah satu kewajiban kedua belah pihak antara dokter dengan pasien. Dokter yang akan melakukan Operasi bedah CAESAR harus melakukan "INFORMED CONSEN" atau penjelasan sejelas-jelas nya kepada keluarga pasien yang bertanggung jawab / memberikan ijin operasi tersebut karena dampak dari Operasi tersebut bisa saja diluar prediksi dokter yang menjalankan operasi tersebut seperti yang dialami Alm. SRI KHAYATI.

Kami pun melanjutkan klarifikasi ke DINAS KESEHATAN. kab. Cilacap, disana kami bertemu dengan Kabid YANKES "DR REZA" dan juga Kasi YANKES setelah kami jelaskan Kronologis semua kejadian tersebut dari Dinas Kesehatan menjawabb"Bahwa semuanya sudah sesuai S.O.P "pungkas nya. - ( SAMSU / Maman Suryaman - Ciamis )

Komentar Via Facebook :