Kepala SMP Negeri Saling Alergi Terhadap Wartawan, Ada Apa....??

Kepala SMP Negeri Saling Alergi Terhadap Wartawan, Ada Apa....??

Papan Plang Proyek tanpa keterangan dimulai pekerjaan dan berakhirnya masa kerja proyek

CYBER88 | Empat Lawang -- Dunia Pendidikan adalah sumber pelita kehidupan di dunia ini, tanpa adanya pendidikan apa yang akan terjadi di dunia maya ini, semua akan terjadi seperti jaman batu, jaman jahiliyah dan jaman purbakala.

Pendidikan didapat dari sekolah, sekelompok manusia yang memiliki pemikiran untuk maju maka dia akan belajar di dalam lembaga pendidikan baik itu pendidikan di sekolah negeri ataupun di lembaga pendidikan swasta yang telah mendapat izin operasional.dari Dinas Pendidikan, tanpa terkecuali mulai dari PAUD/TAK/SD/MI/SMP/MTS/SMK/SMA/MA, sampai ke jenjang Perguruan Tinggi, tentunya tempat mencetak kader-kader muda harapan bangsa.

Pribahasa dalam dunia pendidikan kalau guru kencing berdiri maka muridnya akan kencing berlari, kalau para gurunya punya etika, santun dan rendah hati, maka akan terciptalah para murid yang santun, berbudi serta bertanggung jawab.

Lain halnya dengan Kepala SMP Negeri Saling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, Sri Yuli Hartati, Saat di kunjungi oleh Tim Media CYBER 88, Jumat, (25/09/20) sekira pukul 09:30 WIB, tidak bisa ditemui.

Awalnya Tim Media bertandang ke SMP Negeri Saling ini hendak konfirmasi mengenai pembangunan Jamban Siswa dan Guru beserta Sanitasi, namun yang sangat disesalkan ibu kepala sekolah tidak bisa di temui, saat Tim Medi CYBER88 bertamu di SMP Negeri Saling, langsung menemui Security dan mengisi buku tamu, sementara itu Srcurity yang berinisial AR mempersilahkan untuk menunggu di ruang tamu dan menyampaikan "nanti ibu kepala sekolah akan menemui bapak, karena ibu masih ada pekerjaan," hal senada juga di sampaikan oleh para guru lainnya yang berada di ruangan tata usaha, kalau ibu kepala sekolah ada dan mempersilahkan untuk menunggu di ruang tamu.

Selang beberapa saat datanglah seorang guru menghampiri wartawan CYBER88 dan mengatakan "kalau ibu tidak ada disekolah," ujar Najib sebagai Waka kesiswaan, saya diperintahkan ibu untuk menemui bapak, ternyata Waka Kesiswaan ini juga masih sebagai tenaga honorer, saat ditanyakan tentang pelaksanaan pembangunan proyek Jamban siswa dan guru seta sanitasi ini, dengan tegas Najib menjawab "saya tidak mengerti dan mengetahui tentang itu, karena itu bukan tupoksi saya, silahkan bapak tanyakan langsung kepada kepala sekolah".

Lantas saat ditanya untuk apa bapak diperintahkan kepala sekolah menemui awak media, Waka Kesiswaan ini menjawab "saya hanya diperintah untuk menemui bapak dan menjelaskan kalau ibu tidak ada disekolah," sembari mengakhiri bincangnya.

Jumat, (25/09/20) sekira pukul 14:00 wib Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang Dra. Rita Purwa Ningsih ketika di konfirmasi tentang sikap kepala sekolah SMP Negeri Saling yang terkesan Alergi atau enggan bertemu dengan wartawan tersebut, ibu Rita sapaan akrabnya mengatakan "saya sudah sering perintahkan kepada seluruh kepala sekolah untuk bersikapbaik dan bersahabat lah kepada siapa saja apalagi kepada Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), karena mereka ini adalah mitra kita dan sekaligus sebagai sosial kontrol demi untuk memperbaiki kinerja kita".

Spontan saat itu juga ibu Kadis mengambil Handphone miliknya langsung menelpon Kepala Sekolah SMP Negeri Saling tersebut, namun sayang beberapa kali ditelpon kelapa sekolah itupun tidak mengangkat atau tidak mengindahkan telpon panggilan dari atasannya tersebut, 

Lebih lanjut ibu Rita mengatakan "nanti akan saya panggil kepala sekolah ini, tidak seyogyanya dia berlaku seperti itu, seharusnya sebagai kepala sekolah dia harus lebih ramah dan beretika, siapapun yang akan menemui harus disambut dengan tangan terbuka, bukan menghindar dan melarikan diri, karena tindakan tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada," ujar ibu Rita dengan senyum yang ramah, namun demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih berupaya agar insiden ini tidak berkepanjangan dan mengupayakan untuk bisa dikonfirmasi.

Kerja wartawan di dasari dengan Undang-Undang Pokok Pers No. 40 THN 1999, dan wartawan berhak untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber dan apabila ada yang menghalangi tugas jurnalistik atau tugas wartawan maka bisa dikenakan sangsi pidana dengan tuduhan menghalang-halangi tugas jurnalistik, sementara rakyat perlu mengetahui informasi yang terkait pembangunan Jamban siswa dan guru beserta sanitasinya yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Empat Lawang.

Proyek sanitasi ini memakai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK)  dengan sistim kerja Swakelola, besarnya anggaran adalah berkisar Rp.143 juta dengan waktu kerja 120 hari, tetapi di papan merek plang proyek tidak ada keterangan kapan mulai pekerjaan dan berakhirnya masa kerja proyek tersebut.(Habib)

Komentar Via Facebook :