Tidak Terlibat Insiden di Kampung Atkari Tapi Fahmi Macap Diancam Untuk Dibunuh
CYBER88 | Papu Barat -- Terkait dengan insiden yang terjadi di kampung Atkari distrik Misool Utara beberapa hari lalu,telah menyeret nama Anggota DPRD Raja Ampat Fahmi Macap.
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber,Pasalnya Fahmi Macap merupakan orang yang terlibat dalam insiden tersebut.
Namun, nampaknya tuduhan tersebut tidak berdasar karena Fahmi Macap pada saat kejadian itu tidak berada di Tempat Kejadin Perkara (TKP).
Usai kejadian itu, Sejumlah oknum dengan terang-terangan telah melakukan intimidasi, teror yang bermuatan ancaman kepada Fahmi Macap serta juga keluarganya.
Fahmi Macap dihadapan sejumlah awak media di kota waisai,Senin (2/11/2020) Wit telah mengisahkan bahwa dirinya mendapat ancaman oleh beberapa oknum lewat Via telpon.
Ia juga mengaku bahwa, Oknum-oknum tersebut diketahuinya (Fahmi Macap Red-).dengan adanya ancaman tersebut,Fahmi Macap mengaku Ia beserta keluarganya terganggu secara Psikis.
Diceritakan,Pada beberapa hari lalu, ada beberapa oknum melalui via telepon telah terang-terangan mengancam untuk membunuhnya.
Lebih Ironisnya, sambung Fahmi,Bahwa anak istrinya juga dibawah-bawah dalam ancaman oknum-oknum tersebut.
Kata Fahmi,Teror tersebut bukan saja melalui via telpon,namun juga sebarkan di media sosial Facebook. Hal tersebut dinilainya sebagai upaya dari oknum tertentu untuk mencoreng nama baik dan menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai Anggota DPRD, sebab itu,ia mengklarifikasi bahwa, tuduhan tersebut tidak benar.
Terkait insiden di kampung Atkari Distrik Misool Utara pada beberapa hari lalu, Anggota DPRD aktif itu menegaskan dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya insiden itu dan tidak terlibat akan hal itu.
"Dengan jelas-jelas Saya tidak pernah terlibat apapun kasus yang ada di Atkari, tapi saya diancam lewat telepon untuk dibunuh. Kata Otis Imbir bilang, bunuh dan bungkus pake jas DPR",beber Fahmi.
Ia juga menduga dibalik insiden itu ada By design,sebab itu ia tegaskan akan mencari tahu siapa dalang dari skenario tersebut.
"Yang jelas-jelas saya tidak terlibat,tapi saya dimasukkan dalam skenario utama,bahwa sayalah yang memimpin pasukan ini ke Atkari dan melakukan tindak tidak terpuji ini", kisahnya.
Lanjut kata FM,Secara Psikologis Ia merasa terganggu dengan ancaman oknum-oknum itu kepada dirinya serta keluarganya.
"Saudara Burhan Manufandu menelpon saya dan saya terima dengan baik, sekiranya kasus itu saya terlibat dan Burhan yang dapat pukul, ngapain saya mo terima,tetapi saya terima dengan baik dan diancam dibunuh oleh saudara Otis dan saudara James Rusell",terang FM.
FM juga dengan tegas menyatakan,Soal PAW dan penjara terlalu mudah baginya, andaikan ia terlibat dalam kejadian itu silahkan ditembak mati.
"Apalagi hari ini kapasitas saya sebagai anggota DPR,saya pertaruhkan itu,Kalau soal PAW dan Penjara itu terlalu kecil,Kalau Fahmi Macap terlibat silahkan ditembak mati,tidak perlu proses hukum",tegas FM.
Kata dia, Kasus teror dan pencemaran nama baiknya di media sosial akan ia limpahkan ke kepolisian untuk diproses hukum.
"Persaingan politik di Raja Ampat sudah tidak bagus,sudah tidak Veer dan nama saya harus dipulihkan oleh siapapun yang telah memposting dan membuat video yang aneh-aneh,termasuk dengan Panwas lapangan Kampung Atkari,saya akan melaporkan itu juga",Jelas FM.
Ia juga berharap kepada pihak kepolisian, bahwa dengan adanya insiden di kampung Atkari tersebut,kiranya melakukan investigasi secara mendetail, sehingga dapat mengungkapkan siap dalang dari semua itu. (A.Macap)


Komentar Via Facebook :