Menanggapi Pernyataan Kabar Berita, Pendapatan Anggaran Daerah Semuanya Dialokasikan Untuk Penanganan Covid-19, Empat Ormas Mesuji Angkat Bicara
CYBER88 | Mesuji -- Menanggapi pernyataan kabar berita dari berbagai pihak terkait, anggaran pendapatan daerah yang semuanya dialokasikan untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19) yang mengakibatkan terjadinya krisis kesehatan dan ekonomi, empat Ormas Mesuji angkat bicara. Pasalnya, pernyataan yang dikabarkan tidak sesuai fakta.
Keempat Ormas yang berada di Mesuji, merasa semua statment yang mengatakan semua anggaran di alokasikan untuk Covid-19, kurang pas. Kontek pemikiran tersebut semestinya mengarah pada kebijakkan mereview, efisiensi, efektif dengan kebijakkan dimasa pandemi Covid-19.
Seperti yang disampaikan secara tegas oleh ketua GRIB (Gerakkan Rakyat Indonesia Baru) Mesuji, Ferdi Akbar dalam acara temu wicara keempat Ormas, yang digelarnya dengan ketiga organisasi yaitu, Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia (Pekat IB), Posko Perjuangan Rakyat (pospera), Forum Pemuda Pemudi Mesuji (FM3), Senin (9/11) di Desa simpang Mesuji, di Sekertariat DPC.GRIB.
Ferdi Akbar mengatakan, tidak logis dengan kebijakan seorang pemimpin, jika memang semua anggaran pendapatan daerah (APBD) banyak dialokasikan untuk Covid-19.
"Lantas, kebijakan apa, ketika bimtek dilakukan, dengan dikabarkan memakai anggaran dana desa dan tempatnya pun diluar kabupaten Mesuji, dengan tema" pengawasan hukum dan produk hukum desa,"ungkapnya.
Lebih lanjut Ferdi memaparkan, “kalau disonding, dengan rumusan, logika, dan fakta yang ada, kegiatan tersebut tidak begitu Urgensi, apalagi di saat pandemi Covid-19.
"kalau setiap kegiatan, berpikir ke padat karya dan efisiensi, mungkin harus berpikir, ngapain kegiatan keluar daerah, apalagi masuki zona merah.
Kemudian bicara efektifitas, pastikah, dengan gelar kegiatan tersebut, dapat efektif terserap manfaatnya, intinya, semua kebijakkan perlu banyak di pertimbangkan, mana yang lebih penting,"jelasnya.
Pemikiran yang sama, Ketua PAC Pospera, yang berpendapat sama atas pemikiran Ferdi Akbar selaku Ketua GRIB.
"Sepakat, jempol dua jari, bila perlu saya teriakan diatas gunung, yang mana intinya pemimpin harus berpikir bijak, pentingkan kepentingan orang banyak, bukan orang atau golongan,"pungkasnya.
Keempat organisasi dalam temu wicaranya yang di motori ormas GRIB Mesuji, berharap seorang pemimpin yang bijaksana mendengarkan suara hati dan bukan suara penglihatan. (Edy iswanto)


Komentar Via Facebook :