Proyek Aspirasi Perbaikan Jalan Desa Cigawir Diduga Proyek Siluman, Menjadi Sorotan Masyarakat
Proyek pengerjaan pengaspalan di Desa Cigawir Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa barat
CYBER88 | Garut -- Perbaikan Jalan di Desa Cigawir tepatnya di wilayah Rukun Warga 08 dikeluhkan warga dikarenakan membahayakan pengguna jalan khusunya pengendara motor, proyek jalan diduga ada titipan dan pelaksanaan proyek tidak ada papan pemberitahuan (tidak dipasang) bahkan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada aparatur pemerintahan setempat. Kamis (26/11/2020).
Akibatnya menjadi pertanyaan warga tentang proyek tersebut, salah satu Organisasi Kepemudaan (Karang Taruna) Desa Cigawir pun bergerak untuk mencari informasi perihal proyek tersebut.
Endang (Ketua Karang Taruna) Desa Cigawir didampingi Harry Nugraha sebagai sekertaris yang juga tidak mendapatkan pemberitahuan terkait proyek jalan tersebut langsung menemui ketua Rukun Warga 08 Desa Cigawir dengan didampingi oleh Tim dari Media Cyber88.co.id.
Saat ditanyakan terkait proyek pembangunan tersebut, ketua Rukun Warga 08 juga menyampaikan tidak mengetahui sama sekali.
"Saya juga kaget tiba-tiba ada material pasir, aspal dan juga para pekerja perbaikan jalan sudah ada dilokasi jalan RW.08, saya juga sempat bertanya kepada salah satu petugas pengerjaan jalan terkait proyek apa dan kenapa tidak dipasang Papan Pemberitahuan namun pegawai tersebut katanya tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab hanya saja untuk Papan Pemberitahuan kami tidak memakainya, jika ada pertanyaan silahkan tanyakan kepada pengembang PT dari pengerjaan jalan tersebut.” Ucap ketua RW08.
Menyikapi hal diatas, ketua Karang Taruna Desa Cigawir langsung menghubungi ketua LPM dan juga ketua BPD Desa Cigawir Lewat telpon Seluler, dari percakapan tersebut diketahui bahwa Proyek tersebut adalah Dana Aspirasi dari BANPROV.
Melalui Pesan WhatsApp, ketua BPD mengirimkan foto kepada ketua Karang Taruna Desa Cigawir, foto tersebut berisikan lampiran pemberitahuan dari Dinas PUPR Kabupaten Garut perihal Penentuan Alokasi Titik Pengerjaan Perbaikan Jalan yang ditujukan untuk Kepala Desa Cigawir namun dilampiran tersebut terjadi kejanggalan, tanggal dilampiran pemberitahuan tercantum Garut, 24 November 2020 sedangkan pengerjaan proyek perbaikan jalan sudah dilakukan pada hari Senin 23 November 2020.
Disana timbul sebuah pertanyaan mengapa pemberitahuan baru turun setelah proyek pengerjaan perbaikan jalan berjalan satu hari..?!
Melalui Telpon Seluler-nya, ketua Karang Taruna kemudian menghubungi Rusman Mulyana selaku Kepala Desa Cigawir dan mempertanyakan perihal samua kejanggalan dan permasalahan tentang pyoyek jalan diwilayah RW.08 Desa Cigawir.
"Mengenai proyek jalan di duga ada keterlibatan Bpk Lili mantan Kades Cigawir dan yang melakukan survei dari UPT PUPR saudara Iwan didampingi oleh Kepala Dusun, saat itu juga dilakukan penyiraman aspal ke jalan yang di survei dan menurut saya kondisi jalan saat itu masih layak digunakan, masih banyak jalan di kecamatan yang rusak dan harus diperbaiki," ungkap Pak Kades.
Saya sangat menyesalkan cara pihak ketiga bukanya saya tidak ingin dibantu tapi kalau caranya seperti itu ya terkesan seenaknya saja dan jabatan Kepala Desa itu di anggap apa..!!.
"Seperti pembangunan sebelumnya yang tidak ada koordinasi, saya tidak mempermasalahkan karena tidak ingin hubungan saya dengan Bpk. Lili mantan Kepala Desa Cigawir jadi jelek tapi jika ada dari Ormas mau menanyakan silahkan bisa tanyakan langsung kepada yang bersangkutan," ujar Rusman.
"Intinya saya belum menandatangani apapun dan belum ada serah terima apapun namun kabarnya anggaran yang turun sekitar Empat Puluh Enam Juta Rupiah," Jelasnya, Rusman Mulyana (Kepala Desa Cigawir).
Lanjut Ketua Rukun Warga 08 menuturkan bahwa akibat perbaikan jalan tersebut, sempat ada pengendara motor yang jatuh karena material pasir yang ada di atas Jalan Cor tidak menempel dengan sempurna dan sangat membahayakan makanya warga sekitar yang rumahnya tepat didepan jalan, mencoba membersihkan material pasir tersebut bahkan material pasir tidak menempel dan sangat mudah terkelupas.
"Untuk apa dilakukan perbaikan seperti ini, Proyeknya tidak jelas dan masyarakat sekitar mengeluhkan karena jalan yang diperbaiki itu masih sangat bagus dan layak untuk digunakan," ungkap Ketua Warga 08.
Menyikapi Perihal di atas Media Cyber88.co.id turun langsung ke lokasi perbaikan jalan tersebut dan didapati 7 buah drum bekas pembakaran aspal diperkirakan pengerjaan perbaikan jalan tersebut hanya sekitar 500 meter saja dengan lebar jalan hampir 3,5 meter padahal anggaran biaya sebesar Empat Puluh Enam Juta Rupiah.
Dari Survei Tim Cyber88 dilapangan, memang didapati banyaknya krikil yang sangat membahayakan pengguna jalan khusunya pengendara motor apalagi jika berkendara dimalam hari. Pengerjaan jalanpun terkesan asal-asalan dan jauh dari standarisasi proyek. Spesifikasi pekerjaan tidak sesuai dengan tugas yang dibertikan kepada penyedia barang/jasa.
"Semoga Pemerintah lebih cermat dan hati-hati dalam Perencanaan dan Penetapan Anggaran, begitu juga Aparat Penegak Hukum semoga dapat bertindak tegas dalam menegakan aturan dan tidak tebang pilih dalam menindaklanjuti laporan masyarakat ataupun lembaga," tutup Ketua Karang Taruna Desa Cigawir. (Ikhsan)


Komentar Via Facebook :