Gedung Geo Theater Sumedang Roboh, Perkimtam Tunggu Kajian Tim Konsultan Perencana
CYBER88 | Sumedang -- Angin kencang merobohkan Gedung Geo Theater yang ada di Rancakalong Kabupaten Sumedang Jawabarat, Selasa (8/12/2020) kemarin.
Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertahanan (Perkimtam) Kabupaten Sumedang, akan mengkaji terkait robohnya atap bangunan Gedung Geo Theater Sumedang, yang ambruk akibat diterjang angin kencang dan besar pada waktu malam kemarin sekitar pukul 19:15 malam.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkimtam Gungun A Nugraha bahwa saat ini pihaknya akan menunggu hasil kajian dari Tim Konsultan Perencana, terkait robohnya Atap Gedung Geo Theater tersebut.
Konsultan Perencana Pembangunan Gedung Geo Theater sudah kesini, mereka punya Hak Cipta untuk membangun Gedung ini, sekaligus merekapula yang harus mengkaji sebab akibat terkait robohnya Atap Gedung Geo Theater tersebut," Ungkap Gungun Saat di Konfirmasi Para Awak Media di Dusun Pasir Salam Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong Rabu (9/12/2020)
Gedung Serbaguna ini di bangun pada tahun 2019 yang lalu, dengan anggaran biaya Rp.3,9 Milyar yang bersumber dari Bantuan Provinsi Jawa Barat.
"Kalau menurut teknis pengerjaan gedung ini sudah sesuai dengan Spesefikasi dan juga di awasi oleh Konsultan Pengawas
Intinya dengan ambruknya Atap Bangunan Geo Theater ini tidak terperhitungkan dari awal," Kata Gungun A Nugraha.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga
(Sisbudparpora) Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa Mengaku, kalau gedung tersebut belum di serah terimakan ke pihak
Disparbudpora dan pengelolaanya
Masih di Dinas Perkimtan.
"Kami hanya penerima manfaat saja, dari pimpinan agar di pergunakan dengan baik dan merawatnya, sekaligus harus di isi dengan tampilan kesenian untuk edukasi dan penampilan kesenian daerah. Itupun baru beberapa acara saja ,"Ungkapnya.
Untuk Gedung Geo teahter dirancang untuk tahun 2021, diperuntukan untuk penampilan
Kesenian dan budaya yang ada di wilayah kabupaten Sumedang.
Koordinasi dengan Disdik (DKS) Dewan Kebudayaan Sumedang, Serta Kraton Sumedang
Larang direncanakan penampilan pelaksanaan penampilan seni dan budaya Kesenian Khas Sumedang harus rutin ditampilkan di gedung tersebut.
Dinas Parbud Propinsi akan membuat DED lanjutan di tahun 2021, untuk mengembangkan Daerah ini. Sehingga, di tahun 2022 bisa ada pembangunan lanjutan untuk mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda.
Namun dengan robohnya atap Gedung Theater ini, segala rencana pasti tertunda, sebab gedung ini harus di perbaiki di bangun kembali," pungkasnya. (Uje).


Komentar Via Facebook :