Nasib Salah Satu Pedagang Keliling Pasar Kaget Dimasa Pandemi Covid-19
CYBER88 | Bandung -- Berbicara masalah dampak yang ditimbulkan dari penyakit Covid-19, sudah tentu dapat kita lihat dan rasakan bersama-sama. Pandemi ini sangatlah merugikan, baik moril maupun materil bagi semua lapisan masyarakat. Terutama, masyarakat kalangan bawah yang berpenghasilan sehari harinya hanya cukup untuk makan
Hal tersebut begitu dirasakan oleh Anung (64) warga Kampung Wirja RT.05/07 Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru Kota Bandung.
Pria Paruh baya berpenghasilan satu-satunya dari menjual ikan hias yang biasanya dijual di pasar pasar kaget, sekarang hanya bisa duduk merenung kebingungan.
Anung harus berpikir keras bagaimana caranya untuk menghidupi anak dan istrinya dimasa pandemic Covid-19 ini. Karena semua tempat-tempat pasar kaget ditutup, seiring Kota Bandung kembali menjadi zona merah.
Mau bagai mana nasib saya dan keluarga saya ini pak, kalau memang situasi Covid-19 ini tak kunjung selesai,” ungkap Anung kepada Cyber88.co.id Kamis (17/12/2020)
Anung mengatakan, " Saya sangat berterima kasih dengan yang namanya bantuan dari pemerintah melalui program UMKM nya, yang Alhamdulillah saya terima sebesar Rp.2400.000,- “ Lanjutnya.
Tapi, yang menjadi bingung dari masalah penggunaannya pak,” cetusnya.
Tempat jualan saya kan sekarang tidak ada, sementara biaya untuk hidup kan tidak ada liburnya, maka modal kemarin juga habis untuk biaya hidup,” tuturnya.
Mudah mudahan situasi seperti ini, kalau memang murni merupakan cobaan dari Alloh, saya harap dan berdo'a segera di cabut dan diganti dengan hujan keberkahan. Begitu juga kalau memang ini semua hanya rekayasa manusia-manusia yang serakah, saya berharap cepat dikasih kesadaran,” pungkasnya menutup pembicaraannya. (Sona)


Komentar Via Facebook :