BMKG Prakirakan Gempa Susulan di Majene Masih Akan Terjadi
CYBER88.CO.ID -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mencatat tambahan korban akibat gempa Majene, Sulawesi Barat. Berdasarkan data per Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 2.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BNPB melaporkan sebanyak 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.
Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan, serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui siaran pers Sabtu, (16/12021).
“Saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS Lapangan,” kata Raditya Jati.
Lanjutnya, korban meninggal akibat gempa Majene mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar sampai saat ini masih melakukan pendataan.
Selain itu, mereka juga mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait, dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.
Sampai saat ini, masih dilakukan proses perbaikan arus listrik di Kabupaten Majene, sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam. Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik, dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan.
“Guna mencegah potensi penularan Covid-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju,” ujar Raditya Jati.
Kemenkes menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi, dan logistik berupa 50.000 pcs masker bedah dan 20.000 pcs masker kain.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.
BNPB mengimbau masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam, untuk tetap tenang dan selalu waspada, mengingat potensi gempa susulan yang dapat memicu adanya longsoran dan runtuhan batu.
“Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir juga diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan,” tutur Raditya Jati.
Masyarakat juga diminta untuk dapat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya.
“Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita bohong atau hoaks mengenai prediksi dan ramalan gempa bumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar, dan akan terjadi tsunami,” Ujarnya.***


Komentar Via Facebook :