Nasib Seorang Pria Tua di Bandung Barat, Terlantar di Negaranya Sendiri

Nasib Seorang Pria Tua di Bandung Barat, Terlantar di Negaranya Sendiri

CYBER88 | Bandung Barat -- Salah satu kewajiban pemerintah didalam memberikan perlindungan terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar, sekaligus bertanggung jawab didalam penyediaan pasilitas pelayanan kesehatan nya dan pasilitas umum yang layak, sudah tercantum sangat jelas  didalam UUD 45, Pasal 34 ayat 1 sampai dengan ayat 4

Dengan adanya undang undang tersebut, seharusnya apa yang dialami Nahya (72) penduduk Kampung Ciwantani, RT 03/17 Kelurahan Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, yang keberadaannya, berdekatan dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat, kurang lebih berjarak 500 Meter, seharusnya tidak mengalami hal itu.

Dari hasil pantauan Cyber88.co.id, Kamis (28/01/21), disisa hidupnya yang mulai senja, nasib malang yang dialami Nahya sungguh amat menyedihkan

Pria tua yang hidup sebatang kara ini, tingga disalah satu gubuk reyot dan sempit, dengan ukuran luas 2X2 Meter tersebut tak layak untuk dihuni, dengan lokasi gubuk berada dipinggiran tanah pemakaman keluarga salah satu warga kampung tersebut.

Dengan keadaan kedua kakinya yang lemas, jangankan untuk berdiri, berjalan pun susah. Dalam mempertahankan sisa hidupnya, Ahya hanya bisa mengharap belas kasih dari warga sekitar

Dalam perbincangannya, Ahya mengungkapkan semua keluh kesahnya pada Cyber88.co.id, " Bapak teh tos aya dua taun na aya didieu teh, ngan ayeuna hoyong berobat, ieu suku leuleus, ditambah kareunang, Acuk teu gentos- gentos, Jeung lapar bapak teh, (bapak ini sudah dua tahun tinggal disini itu, sekarang bapak ingin berobat, ini kaki bapak kedua-duanya lemas, lagian bapak merasa gerah karena baju tak ganti- ganti, sekarang bapak lapar), ungkapnya dengan nada suara yang parau "

Ujang Sunarya (65) selaku RW setempat mengatakan " Sebenarnya begini pak, kalau kita mau bicara secara global, saya pribadi merasa malu pak, dengan keberadaan pak Ahya itu, karena saya sendiri tidak bisa berbuat banyak apa-apa, "Ungkapnya"

Lanjutnya, "sebenarnya pak, kalau menurut data kependudukan, pak Ahya itu bukan warga kami, kalau enggak salah dia itu dulunya tinggal di Pasir halang, tapi keturunan asli orang Ciwantani, dan setahu saya dia itu punya anak perempuan satu-satunya, tetapi keberadaan anak tersebut saya sendiri tidak tahu pak, "Terangnya ".

"Kalau untuk saya pribadi pak, terlepas itu semua kalau kita lihat dari sisi kemanusiaan nya, sudah sepantasnya kita bantu, tapi saya sendiri bingung, dengan cara apa saya membantunya, dan pihak Desa sendiri sebenarnya sudah tahu, tentang keadaan ini, tapi sampai sekarang ya gitu gitu aja pak, enggak ada perobahan apa- apa, terhadap diri Ahya itu, "Tuturnya. (SR)

Komentar Via Facebook :