Dibalik Megahnya Bangunan TransMart Carrepour Cipadung, Menyisakan Kekesalan dan Keresahan Warga Sekitar

Dibalik Megahnya Bangunan TransMart Carrepour Cipadung, Menyisakan Kekesalan dan Keresahan Warga Sekitar

CYBER88 | Bandung -- Pada dasarnya, dengan adanya suatu pembangunan yang sipatnya bertujuan  untuk mencari keuntungan atau komersil di suatu wilayah, seharusnya bisa membawa dampak positif, bagi warga sekitar pembangunan tersebut, sebagai mana yang tercantum didalam Pasal 1 angka 35, UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta pasal 1 angka 1 peraturan pemerintah No.27 tahun 2012, tentang ijin  lingkungan.

Keterkaitan peran Kelurahan, Kecamatan dan Pemerintah Kota Bandung sangatlah Penting, didalam mensukseskan Program Penyelamatan Lingkungan untuk mencapai kesejahteraan Masyarakatnya.

Lain hal dengan yang terjadi serta dirasakan oleh warga 09, Kelurahan palasari, Kecamatan Cibiru, kota Bandung- Jawabarat

Dengan keberadaan perusahaan " Anak Singkong " yang berada persis diwilayah warga RT/1 dan RT/3, RW/09, Jln. A.H. Nasution No. 73 Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung- Jawabarat, hanyalah kekecewaan dan keresahan sajalah yang didapat.

Uus (56) salah satu warga RT/03/09, Jum'at (12/02/21), mengatakan kekecewan nya pada cyber88.co.id, " Terus terang pak, saya merasa kesal dan kecewa pada pihak Carrepour ini, masa proses splitsing tanah, sebagaimana yang dijanjikan pihak Carrepoor pada waktu membeli tanah bagian adik saya ( Agus  Kamaludin) seluas 30M², semua biaya tersebut akan  ditanggung pihak Carrepour, dan akan diselesaikan secepatnya, tapi kenyataan nya sampai sekarang, sudah 6 tahun belum juga selesai, " Ungkapnya ".

Lanjutnya, "Pada waktu Pengikatan Perjanjian Jual Beli( PPJB), pihak carrepour memakai Notaris Sofiyani, yang keberadaan kantornya itu di daerah Bojong soang, dan saya sendiri sudah 10 kali datang ke Notaris tersebut, untuk menanyakan keberadaan sertipikat saya itu, tapi yang saya dapatkan hanyalah janji dan janji palsu saja, padahal disisi lain saya sendiri sangat memerlukan sertipikat tersebut untuk dipakai agunan, pinjam modal buat usaha saya  kepihak Bank, " Tuturnya ". 

Dalam kesempatan yang sama Ujang ( 56) warga RT/02 mengungkapkan rasa kecemasan nya terkait  banyaknya binatang yang menjijikan yang masuk kedalam rumahnya, sebagai mana yang telah dipublikasikan sebelumnya  cyber88.co.id, hari Sabtu, Tgl 16 Januari 2021.

Ujang juga mengatakan " Diduga semenjak adanya  bangunan carrepour tersebut, banyak binatang kecil sejenis kaki seribu, dengan ukuran panjang kurang lebih 2 Cm, dan lebar 2 mm, mulai masuk merayap kesetiap ruangan rumah saya, serta kalau dipijit mengeluarkan cairan  berwarna kuning, jika kena kulit bisa jadi gatal, "Terangnya.

Sama halnya, dengan yang dikatakan Nana (50) warga RT/01, "Dengan keberadaan bangunan carrepour ini, saya rasa tidak ada kontribusinya terhadap kesejahteraan warga disini, yang ada hanyalah kegelisahan dan kecemasan, serta kebisingan yang didapat, apalagi bangunan rumah saya ini berdekatan langsung dengan area tanah carrepour, yang tempatnya masih banyak sampah dan semak belukar, "Ucapnya.

Tambahnya, "Terus terang pak, sewaktu proyek pengerjaan bangunan carrepour ini, kisaran ditahun 2014 rumah saya juga sampai retak retak akibat getaran yang ditimbulkan dari alat berat dan kendaraan Damtruk, pihak Carrepour sama sekali tidak memberikan konpensasi apa apa, terus terang saya betulkan dengan uang saya sendiri, "Terangnya.

Lain halnya dengan yang dikatakan Aep (53) warga RT/01, "Saya sendiri sudah merasa Bosan dan lelah pak, dalam menyampaikan kekesalan dan keresahan saya ini ke pihak Carrepour sendiri maupun kepihak pemerintahan setempat, sampai sekarang tidak ada tanggapan apa apa, " Ungkapnya menyampaikan kekesalan dan juga telah diberitakan sebelumnya"

"Bahkan kata Aep, terakhir pada bulan Januari kemarin, semua permasalahan ini saya sampaikan kembali kepihak Magement TransMart Carrepour, kelurahan, dan Kecamatan serta Wali kota Bandung, hingga DPRD Kota Bandung, melalui surat yang dikirim LSM Komite Peduli Reformasi (KOMPRES), tetap tidak ada tanggapan apa apa, seolah olah mereka itu bungkam dan membisu, karena yang dihadapinya pengusaha kelas kakap, "Tuturnya.

Sabtu (13/02/21), cyber88.co.id, mencoba mendatangi pihak management Carrepour, untuk dipintai keterangannya, terkait apa yang dikeluhkan warga RW/09 tersebut, 

Menurut keterangan salah satu security yang bertugas di gerbang masuk pintu utama, yang tidak mau dipublikasikan namanya, mengatakan, "untuk management property TransMart Carrepour, Silahkan Bapak datang saja ke TransMart Metro Bandung, yang ada di jalan Gatot Subroto Kota Bandung, " Ungkapnya.

Cyber88.co.id mencoba menghubungi Mira yang menjabat sebagai Manager Carrepour Cipadung Via Telepun Wath's App nya, Tetapi beberapa kali dikontak, tidak menjawab, bahkan permohonan konfirmasi via pesan Wath's App nya, tetap tidak ada jawaban.

Komentar Via Facebook :