Banyaknya Binatang Menjijikan dari Lahan Terlantar Milik TransMart Carrefour Cipadung, Dikeluhkan Warga Sekitar

Banyaknya Binatang Menjijikan dari Lahan Terlantar Milik TransMart Carrefour Cipadung, Dikeluhkan Warga Sekitar

CYBER88 | Bandung -- Adanya pembangunan disuatu daerah, yang dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak pengusaha, tentunya harus dibarengi dengan kajian analisis dampak lingkungan (Amdal). Dan setidaknya keberadaannya harus membawa dampak positif bagi lingkungan itu sendiri.

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

 AMDAL yang mempunyai dasar hukum PP no 27 tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Dimana aspek abiotik, biotik dan kultural harus diperhatikan.

Namun, lain halnya dengan apa yang terjadi diwilayah RW.09 Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru Kota Bandung- Jawabarat. Sebagian warga yang tersisa di wilayah RW tersebut mengeluh dengan keberadaan bangunan TransMart Carrefour yang tepatnya berada di Jln. A.H. Nasution  No. 73 A. Palasari-Cibiru

Aep (55) salah satu warga sekitar, yang lokasi rumahnya berdampingan langsung dengan bangunan Carrefour, mengatakan pada cyber88.co.id, "Terus terang pak, dengan adanya Carrefour ini, bukan keuntungan yang saya dapat, melainkan hanya sebatas janji janji palsu yang saya dapatkan, " Ungkapnya Sabtu (16/1/2021).

Lanjutnya, "Tembok dinding rumah pada retak retak yang di akibatkan oleh  alat berat pada waktu pengerjaan pembangunan gedung tersebut sampai sekarang tidak ada konpensasi apapun, begitu juga masalah rekrutmen tenaga kerjanya, pihak Carrefour menjanjikan 70 persen, tenaga kerja dari warga sekitar, pada kenyataannya tidak demikian, " katanya.

Pembebasan tanah dilakukan dengan cara acak, yang mengakibatkan tanah milik Carrefour sendiri yang berada diluar benteng, menjadi terlantar tidak terurus, hingga indikasi banyak binatang kecil masuk kerumah saya, bahkan naik ketempat tidur dan kamar mandi.

Sejenis binatang kaki seribu tapi bentuknya kecil dan kalau dibunuh, mengeluarkan cairan berwarna kuning, kalau kena kulit bisa menjadi gatal, " Terangnya "

Bahkan, kata Aep. Barusan juga saya habis membunuh dan membersihkannya binatang binatang tersebut, itu semua berhasil saya kumpulkan dari ruang tamu, tempat tidur dan ruang kamar mandi, kalau dihitung ada 70 ekor mah pak, sekali saya bersihkan itu " Terangnya.

Dikatakannya juga, “dulu pihak TransMart Carrefour sendiri pernah menjanjikan akan membebaskan semua tanah warga yang ada di RW 09 ini, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada kejelasannya lagi, " Pungkas Aep. (SR)

Komentar Via Facebook :