Masyarakat Risau di Pesisir Pantai Pulau Putri ada Cairan Kental yang Diduga Oil Spil Pertamina

Masyarakat Risau di Pesisir Pantai Pulau Putri ada Cairan Kental yang Diduga Oil Spil Pertamina

CYBER88 | Karawang -- Setelah 18 Bulan yang lalu, kini ditemukan kembali adanya cairan kental berwarna hitam yang diduga oil spill Pertamina atau limbah lain yang mencemari kembali pesisir Pantai Pulau Putri Cikeong, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Karawang - Jawa Barat.

Sebelumnya, oil spill tersebut sempat mencemari Pantai Pulau Putri pada tahun 2019 silam, dimana sempat terjadi peristiwa yang diduga adanya tumpahan minyak mentah (oil spill) di Blok YYA1 lepas pantai Karawang - Jawabarat.

Untuk atasi tumpahan minyak tersebut, pihak Pertamina sempat mendatangkan tenaga ahli dari luar Negeri untuk menghentikan tumpahan minyak yang terbawa arus hingga ke pesisir pantai, yang walaupun bisa teratasi, namun menelan waktu yang cukup lama.

Amat sangat disayangkan, cairan kental warna hitam yang diduga minyak mentah atau Oil Spil atau limbah lain yang sampai hari ini, Selasa (23/02) sudah 5 hari mengotori pantai.

Saripudin Kades Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Karawang - Jawa Barat yang mengatakan, "Kisaran sepanjang 4 KM pesisir Pantai Pulau Putri ditemukan adanya cairan kental berwarna hitam yang diduga minyak mentah atau Oil Spil, atau limbah lain.

Dalam hal ini kita belum bisa memastikannya, karena kemarin, Senin (22/02) pihak Desa Segarjaya bersama pihak Kecamatan dan Kepolisian telah meninjau ke lokasi dan mengambil sample untuk diuji Laboratorium, yang kemungkinan hasil Lab tersebut akan keluar 2 atau 3 hari kemudian." Ungkapnya

Adanya hal tersebut menjadi kekhawatiran warga para pencari ikan, kerang dan lainnya, terutama warga pemilik tambak yang mengkhawatirkan cairan kental tersebut akan terbawa arus dan masuk ke tambak mereka hingga bisa menimbulkan kerugian bagi para petani tambak,  "Risaunya

Jika memang dari hasil Lab tersebut sudah keluar dan menyatakan bahwa limbah kental warna hitam tersebut Oil Spil, maka kami pun akan melayangkan surat kepada pihak Pertamina untuk mempertanggungjawabkannya, "Tegas dia.

Dari pihak Pertamina sendiri, sambung Saripudin, telah melakukan pengecekan dari Patra Niaga sebanyak 3 Orang, terhadap limbah yang kental berwarna hitam tersebut yang diduga Oil Spil.

Hingga berita ini dipublikasi, Anak Perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) belum bisa ditemui untuk menjelaskan perihal adanya dugaan Oil Spil yang kembali cemari Pantai Pulau Putri. (Hys)

Komentar Via Facebook :