Pedagang di Pasar Tradisional Tanjungsari Keluhkan Bau Sampah dan Genangan Air
CYBER88 | Sumedang -- Sejumlah pedagang di pasar pasar tradisional Tanjungsari Sumedang keluhkan keadaan pasar yang becek dan bau sampah. Pasalnya, mereka sangat merasakan dampak tersebut. Pembeli jadi enggan untuk berbelanja di tempatnya dan tentu saja berdampak juga pada menghasilannya yang kian hari kian menurun.
Seperti dikatakan Aban (65) salah satu pedagang daging saat ditemui Cyber88.co.id, "Terus terang pak, saya mulai menjajakan dagangan saya ini dari mulai jam 12 malam, tetapi selain adanya pandemi covid-19, juga keadaan pasar yang becek dan bau sampah ini, saya dapat rasakan sendiri, penjualan pun menurun dan otomatis pendapatanpun jadi berkurang, "Ungkapnya, Sabtu (27/2/2021).
"Harapan saya, Kata Abah. Pengelola pasar ini secepatnya menanggulangi sampah sampah yang sudah menumpuk di tempat sampah itu, biar tidak berserakan dan tidak bau menyengat seperti ini.
“Jangankan untuk pembeli, untuk pedagang sendiri dengan keadaan pasar seperti ini tidak betah, "Ucap dia.

Sama halnya dengan MN seorang pedagang sayuran yang mengatakan, "Memang benar pak, bau sampah ini sangat mengganggu. Diperparah dengan tidak diangkutnya sampah sampah ini oleh petugas dinas kebersihan kabupaten Sumedang. Padahal retribusi kebersihan setiap hari kami bayar 2 ribu, "ungkapnya.
“Ya… seperti inilah jadinya, sampah di mana-mana, dan kondisi ini sudah menjadi pemandangan biasa setiap hari di pasar ini, akibat sampahnya enggak ditarik tarik, ”kata MN.
Dikatakan juga oleh MN, "Selain bau sampah, coba bisa bapak lihat sendiri dimusim penghujan seperti ini, banyak sekali genangan air karena drainasenya jelek, jadi memang betul jangankan pembeli, pedagangnya sendiri sudah tidak nyaman, "Keluhnya.
Salah satu pengunjung pasar yang tak mau disebut namanya, mengatakan, “Standard kebersihan pasar harus di jaga, dan pemerintah harus menjadikan urusan kebersihan pasar sebagai prioritas, karena tempat ini adalah pusat perekonomian berbagai macam pangan lokal yang akan dikonsumsi masyarakat, ”ungkapnya.
Menurutnya, sebagai konsumen tentu dirinya ingin datang ke Pasar yang bersih dan tertata dengan baik.
Untuk diketahui, Keberadaan pasar tradisional Tanjungsari Sumedang cukup strategis. terletak dipinggir jalan raya Bandung - Cirebon, yang merupakan akses utama untuk menuju wilayah pantura walau kini sedang dibangun TOL Sisumdawu.
Daerah ini, biasa dilewati angkutan umum seperti, Angkutan Umum Perkotaan (Angkot ) 04, Angkutan Pedesaan Tanjungsari - Rancakalong, Tanjungsari - Genteng, Tanjungsari - Cicalengka, serta Angkutan Umum Antar Kota yang melewati jalur Sumedang - Bandung
Aktivitas untuk pedagang di pasar tanjungsari tersebut mulai buka untuk menjajakan dagangannya, ada yang dimulai dari 12 malam, terutama untuk pedagang Daging, sayuran dan sembako.
Namun, Strategisnya lokasi pasar tersebut, sangat disayangkan. Selain semerawutnya bangunan pasar, juga bau sampah yang menyengat dan banyaknya genangan air, diduga salah satu faktor yang menyebabkan sepinya pembeli kepasar ini.
Padahal, pada dasarnya fungsi Pasar tradisional selain sebagai sumber retribusi daerah, juga menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat disekitar pasar tersebut. Dimana, pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli, tetapi semuanya harus ditunjang dengan keadaan tempat yang tertata rapih dan bersih agar bisa mengundang daya tarik para pembeli. (Wawan)


Komentar Via Facebook :