Ridwan Kamil : Penanganan Covid-19 di Jabar Berhasil, Pelaksanaan Vaksinasi Lancar
CYBER88 | Bandung -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, bahwa penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa barat cukup sukses dan pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. Pria yang kerap di sapa Kang Emil itu juga menyebut tak ada vaksin yang kadaluarsa di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikannya, pada Konferensi Pers yang di gelar di Mapolda Jabar didampingi Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dopiri, Kepala Kejati Jabar, beserta Forkopimda Jabar Lainnya, usai melaksanakan Rakor Komite Kebijakan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah provinsi Jabar Senin (15/3/2021)
Ridwan Kamil juga mengatakan, "desa-desa yang tadinya status mikronya merah dari minggu lalu mencapai tiga ratusan dan sekarang hasilnya tinggal hampir 137 turun hampir 2 kali lipat.
“Dari 80.000 RT, Minggu lalu ada sekitar 3500 RT yang berstatus merah sekarang menjadi 640. “Jadi PPKM ini sangat tepat, tanpa mengorbankan kewilayahan yang lebih luas. Ujar Kang Emil.
Jadi, kita akan terus memastikan sampai akhirnya betul betul tidak ada lagi mikro yang zona merah dengan menguatkan pengetesan tetsting PCR, Antigen, ruang isolasi dilepel RT
Kemudian, lanjut dia, berita baik kedua adalah sebelum ada vaksinasi kasus kasus covid-19 yang pernah kena terhadap tenaga kesehatan itu cenderung naik
Tapi setelah dilakukan vaksinasi dan sudah beres hampir seratus persen tahap dua, kasus yang kena ke tenaga kesehatan itu makin turun.
Apakah gara gara divaksin untuk tenaga kesehatan yang berjuang dirumah sakit, dan tenaga kesehatan menjadi lebih imun ?
Mudah mudahan begitu, tapi kalau dari pembacaan menurut statistik kasus kepada tenaga kesehatan Jawabarat, semenjak ada Vaksinasi ini terlihat menurun
Tingkat kepatuhan ternyata stabil, hasil laporan diatas 80 persen, jaga jarak 83 persen, memakai masker 85 persen, mudah mudahan target Kapolda Jabar semuanya diatas 85 persen tercapai
Dari tingkat keisian rumah sakit juga menurun, perhari ini dilaporkan tinggal 54 persen, padahal kemarin kemarin sempat mencapai 70 hingga 80 persen diawal tahun, terus menunjukan karena ada korelasi kasusnya semakin turun makan yang kerumah sakit juga makin menurun
Kemudian kalau dilihat Secara ekonomi, kita masuk kategori yang baik yaitu, dampak ekonomi akhirnya kecil dan tingkat kematian rendah
Jadi di dunia ini mengklasifikasi situasi hari ini, adalah yang paling konkrit tingkat ekonomi dan tingkat kematia
Untuk Jawabarat kuotanya ada empat, tingkat kematian tinggi, ekonominya juga parah, ada ekonominya rendah kematian sedang dan seterusnya kita masuk katagori itu
Dari sisi vaksinasi, Emil juga menuturkan tadi pagi saya rapat dengan kementrian kesehatan pemakaian Vaksinasi untuk propesi publik Jawabarat ranking satu paling banyak tingkat yang sudah disuntik, seperti halnya Wartawan, TNI, Polri, Guru,
Untuk lansia sendiri, kata RK, dikira ini masih kurang masuk rangking 3, oleh karena itu Minggu ini kita akan melakukan pemaksimalan penyuntikan vaksinasi dilansia
Jawabarat butus 150 ribu perhari penyuntikan, ternyata puskesmas tidak memadai, oleh karena itu kami membutuhkan minimal 40 gedung besar untuk bisa memaksin masal 2000 orang perhari
Artinya, kami membuka kepada IO yang ada dijawabarat bisa bermitra dengan Pemprop Jabar menjadi penyelenggara vaksinasi masal dan vaksinnya dari kami
Kolaborasi ini kalau berhasil, akan membuat Jabar sukses dalam penyelenggaraan vaksinasi, tapi kalau tanpa ada dukungan vaksinasi masal dengan jumlah yang banyak, kami khawatir target tidak tercapai, dan vaksin keburu kedaluarsa
Yang kedaluarsa selama ini tidak terjadi dijawabarat, karena vaksin diproduksi dengan tanggal yang berbeda, yang kemarin rame dimedia media sosial itu, dijawabarat yang tanggal 26 Maret kedaluarsa tanggal 18 itu sudah akan habis
Jadi sebenarnya tolong sampaikan juga ke publik jangan takut, jangan khawatir , dijawabarat itu tidak ada vaksin yang kedaluarsa, karena vaksin yang harus habis ditanggal 26, tanggal 18 juga sudah mau habis dan kita tidak pernah melanggar prosedur
Kang Emil juga menghimbau, mudah mudahan PPKM Mikro nya berhasil, kasusnya turun, vaksinasi berhasil ekonominya meningkat, sehingga kita bisa normal lagi, menuju akhir tahun 2021, " Pungkasnya. [sr]


Komentar Via Facebook :