Minyak Goreng Bantuan Diduga Berbau Solar, DKPP Klaten Tarik Produk dan Kirim Sampel ke Laboratorium
CYBER88 | KLATEN – Dugaan adanya minyak goreng bantuan pangan yang beraroma dan berasa seperti solar di sejumlah wilayah Kabupaten Klaten memicu keresahan masyarakat. Menyikapi temuan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten bergerak cepat dengan menarik produk yang diduga bermasalah serta melakukan investigasi melalui uji laboratorium.
Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam setelah menerima laporan dari warga. Koordinasi segera dilakukan bersama Perum Bulog, produsen minyak goreng, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa guna memastikan permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lapangan bersama Bulog, produsen, pihak kecamatan, dan pemerintah desa untuk melakukan monitoring serta evaluasi. Langkah ini kami lakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak semakin resah,” ujar Iwan Kurniawan, Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran awal, minyak goreng yang dikeluhkan warga di Kecamatan Wedi dan Kecamatan Jogonalan diketahui berasal dari produsen yang sama. Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kualitas bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Sebagai langkah antisipatif, seluruh minyak goreng yang diduga mengalami kerusakan atau terindikasi tercemar langsung ditarik dari peredaran. Produk tersebut kemudian diganti dengan minyak goreng baru agar hak masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.
“Semua produk yang rusak atau diduga tercemar langsung kami ganti dengan yang baru. Saat ini proses penggantian masih terus berlangsung,” tegas Iwan.
DKPP juga mengambil langkah lebih lanjut dengan mengirimkan sampel minyak goreng yang dikeluhkan warga ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Pemeriksaan ini bertujuan mengungkap penyebab pasti munculnya aroma dan rasa yang menyerupai solar serta memastikan ada atau tidaknya kontaminasi pada produk tersebut.
“Sampel sudah kami kirim ke laboratorium untuk diperiksa. Saat ini kami masih menunggu hasil resmi yang nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Kasus ini mendapat perhatian luas karena menyangkut program bantuan pangan pemerintah yang seharusnya menjamin kualitas dan keamanan produk bagi masyarakat. Dugaan adanya minyak goreng berbau solar dinilai tidak boleh dianggap sepele dan harus diusut secara menyeluruh guna menghindari spekulasi serta menjaga kepercayaan publik.
Pemerintah Kabupaten Klaten menegaskan akan mengawal proses penanganan hingga hasil uji laboratorium diterima. Jika nantinya ditemukan pelanggaran standar mutu atau kelalaian dalam proses produksi maupun distribusi, pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, masyarakat berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diumumkan secara terbuka dan transparan. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk menjawab keresahan warga sekaligus memastikan kualitas bantuan pangan yang diterima benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Hingga Jumat (19/6/2026), proses penarikan dan penggantian minyak goreng masih berlangsung di wilayah terdampak. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau instansi terkait apabila menemukan minyak goreng bantuan dengan aroma, rasa, atau kondisi yang mencurigakan.


Komentar Via Facebook :