Terkait Limbah B3 oleh PT. CPI
Mahasiswa Minas Blokir Pintu Masuk Kompleks Chevron Minas
Internet
CYBER88 | Minas, Riau - Forum Mahasiswa Minas (FMM) melakukan aksi di Get Alfatah Komplek PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) , Minas, Siak, Riau. Senin (12/4/21)
Aksi ini diduga terkait diskusi publik Yayasan Anak Rimba Indonesia (Arimbi) yang membahas "Selamatkan Riau dari Pencemaran Limbah B3 Tanah Terkontaminasi Minyak" yang digelar di Hotel Furaya Pekanbaru, Riau pada Jumat (9/4/21).
Kordinator Umum Forum Mahasiswa Minas (FMM), Yoki Indra, dalam menyampaikan orasinya dengan terjadinya dugaan pencemaran lingkungan dari limbah b3 terhadap lahan dan rusaknya ekosistem sungai di kecamatan Minas oleh limbah dari PT. Chevron Pasifik Indonesia (PT. CPI) walau sudah didesak dari Yayasan Arimbi dan KLHK tidak kunjung usai sampai saat ini.
"Warga resah, yang di alami masyarakat Minas yang menimbulkan efek
negatif di kemudian hari sehingga kami dari FMM ingin melakukan aksi ini untuk meminta pemulihan lingkungan," katanya.
Sebelumnya, Arimbi dalam diskusi "tidak mau Pemerintah Riau lepas tangan dalam hal ganti rugi dan pemulihan lingkungan Riau jelang hengkang PT. CPI dari Blok Rokan. Diskusi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk pegiat lingkungan.
Kepala Suku Anak Rimba Indoensia (Arimbi), Mattheus Simamora, usai melakukan diskusi publik yang dilaksanakan Arimbi ini juga terungkap sejumlah fakta menarik.
Faktanya limbah minyak PT. Chevron Pacific Indonesia (PT. CPI) disebutkan perwakilan warga korban yang hadir "berserakan" dilahan mereka dan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim (SSH) Minas Riau termasuk dalam lokasi Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Riau.
Limbah ini dikatakan telah lama dan mencemari Sungai Takuana dan sejumlah sungai lain di Mina, bahkan sungai tersebut merupakan tempat gajah-gajah di PLG Minas minum dan mandi. Sehingga pencemaran ini kian disorot aktivis lingkungan dan para pakar lingkungan di Pekanbaru, Riau.
Dalam diskusi ini muncul tudingan ada nama subkontraktor (subkon) PT. CPI yang diduga bertanggungjawab atas berserakannya limbah B3 di kawasan Tahura Minas tersebut. Dan subkon PT. CPI itu diminta bertanggungjawab karena sudah dibayar PT. CPI dalam menangani limbah B3 tersebut.**


Komentar Via Facebook :