Data Penerima BST di Kecamatan Ciomas Hilang 50 Persen
CYBER88 | Serang -- Pemerintah terus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi virus corona atau Covid -19.
Pemerintah telah memberikan beberapa jenis bantuan sosial berupa bantuan paket sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
BST merupakan bantuan yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Berdasarkan keterangan dari koordinator Tenaga Kesejahteraan Kecamatan (TKSK) Ajiji melalui pesan Watshap nya mengatakan banyak data yang sedang di perbaiki, BST yang dicairkan untuk tahap ini se-Kecamatan Ciomas sekitar 1990 KPM.
"Sementara itu, berarti ada sekitar 50% KPM tidak menerima BST karena sedang perbaikan data," ujarnya Sabtu (17/04/21).
Salah satu Kades Kecamatan Ciomas yakni Kades Desa Panyaungan Jaya Supyani mengatakan, ia akan mempertanyakan hal ini ke pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten, ada apa sebenarnya dengan hal ini. Dengan banyaknya data yang hilang ia mengaku pusing karena banyak di salahkan oleh warga.
"Saya pusing banyak dipertanyakan oleh warga, coba nanti saya tanyakan ke pemerintah pusat atau kabupaten jangan bikin kisruh aja," ungkapnya.
Sementara Eti Suheti kepada media mengatakan, padahal sangat membutuhkan bantuan sosial tersebut mengingat ia tidak punya penghasilan, apalagi ini di bulan Ramadhan, banyak sekali kebutuhan, sedangkan penghasilan tidak punya.
"Saya kan tidak punya penghasilan, keseharian nya juga mengandalan kiriman dari anak yang kerja kuli di kota, saya disini mengandalkan kalau ada kuli ngupas tangkil, lumayan buat nyambung-nyambung hidup, padahal data tidak ada yang kendala semuanya cocok kartu keluarga dengan KTP nomor Nik nya juga cocok, kok ditdak dapat ya," keluhnya.
Untuk diketahui, Pemerintah menghentikan program bantuan sosial tunai (BST) yang disalurkan Kementerian Sosial pada April 2021. Dana BST dari Kemensos ini hanya disiapkan sampai April 2021.
Bantuan tersebut memang merupakan program sementara pemerintah dalam untuk membantu perekonomian masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19. Namun, program tersebut berhenti meski pandemi belum berakhir.
Kementerian Sosial mengatakan dana untuk program BST ini memang disiapkan pemerintah hanya sampai bulan ini. Bansos tunai sebesar Rp 300.000 dibagikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah menganggarkan Rp 12 triliun untuk program ini selama empat bulan sejak awal tahun 2021 dan berakhir pada bulan ini.
Beberapa waktu lalu, Menteri Sosial Tri Rismaharini pun menegaskan pemerintah tidak akan memperpanjang program bansos ini. Alasannya, tidak ada anggaran lagi untuk melanjutkan program tersebut. [Jaka]


Komentar Via Facebook :