Warga Kecamatan Mesuji Timur Keluhkan Sulitnya Gas Melon 3 Kg yang Langka
CYBE88 | Mesuji -- Kelangkaan gas Elpiji 3 Kg dikeluhkan warga Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Kecamatan Mesuji Timur khususnya para ibu rumah tangga.
Elpiji 3 kg sulit didapatkan, karena persediaan di warung maupun pangkalan serta agen resmi elpiji langka," ujar Tuti, warga Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Kecamatan Mesuji Timur, Minggu (25/04/2021)
Ia menyebutkan hampir seluruh warung dan pangkalan elpiji di Kecamatan Mesuji Timur yang selama ini menjual elpiji 3 kg tidak memiliki stok.
Kata dia, semua tabung gas yang mereka jejer di warung dalam keadaan kosong.
“Untuk mendapatkan elpiji 3 kg di pasar KTM Kecamatan Mesuji Timur sangat sulit. Semua warung yang selama ini menjual elpiji sekarang hampir tidak lagi.
"Kalaupun ada, jumlahnya terbatas dan harga jualnya bisa mencapai Rp28.000 per tabung. Saya terpaksa harus membeli di warung terdekat yang memiliki stok dengan harga tersebut, "ujar Tuti.
Tuti menduga, kelangkaan terjadi karena elpiji ini dijual oknum agen ke Provinsi Sumatera Selatan, mengingat wilayah ini berbatasan dengan provinsi itu.
Dia berharap pemilik pangkalan dan agen elpiji di Kabupaten Mesuji agar selektif melayani masyarakat yang akan membeli elpiji 3 kg tersebut.
"Masyarakat berharap pemilik warung diminta tak melayani bila ada warga hendak membeli elpiji lebih dari satu tabung. Layani mereka, sehingga penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran, dan elpiji jangan dijual oknum agen elpiji di Sumatera Selatan.
Pemilik warung mengaku kini sulit mendapatkan elpiji 3 kg, karena stoknya di daerah ini terbatas.
Medi supir otok dari swakarsa gajah mati, kabupaten OKI, Sumatra Selatan mengatakan, “memang setahu saya selama ini penumpang yang ada di otoknya beli tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan dan agen di pasar KTM, diduga ulah oknum masyarakat pemilik pangkalan tabung gas elpiji.
Akibatnya, stok tabung gas di pangkalan dan agen dalam tempo singkat habis. Padahal suplay elpiji 3 kg dari Pertamina ke daerah ini cukup untuk kebutuhan masyarakat sekitar.
Namun, karena pemilik warung membeli elpiji 3 kg lebih dari satu tabung, maka stok yang ada di pangkalan cepat habis terjual dari semestinya. Akibatnya, warga yang terlambat membeli di pangkalan atau agen setempat tidak kebagian lagi elpiji tersebut.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Disperindag, Koperasi dan UKM atau instansi terkait di Kabupaten Mesuji terkait keluhan warga mendapatkan LPG tabung isi 3 kg itu. [ei]


Komentar Via Facebook :