Mengupas Tradisi dan Kepercayaan Masyarakat Gunung Galunggung
Jomblo Abadi, Tradisi Mandi di Curug Asih Manawah Konon Bisa Datangkan Jodoh
CYBER88 | Tasikmalaya -- Kawasan Wisata Batu Ampar atau Batu Mahpar yang terletak di Gunung Galunggung, tepatnya di Kp. Pangkalan Sukamulih dan Desa Linggawani, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya, Jawa Barat, menyimpan mitos tentang sebuah pemandian bertuah.
Wisatawan banyak yang belum mengetahui adanya pemandian di lereng Gunung Galunggung tersebut, di bawah air terjun, yang disebut Curug Asih Manawah.
Bila menuruni anak tangga yang telah disediakan, akan kita temukan sekaligus 3 lokasi curug (Sunda: air terjun) yang sejuk dan mempesona.
Keindahan tersebut menutupi kisah masalalu yang kelam. Dimana sebelumnya, masyarakat mempercayai lokasi tersebut angker. Bahkan, wilayah yang kini dijadikan mushala dan museum itu pun dahulunya saat memasuki waktu Ashar, masyarakat enggan melaluinya.
Mengapa demikian? Mengapa orang-orang begitu takut melalui lokasi itu?
Dari penuturan masyarakat dan tokoh setempat yang berhasil kami himpun, ada banyak versi dongeng yang berkembang. Namun, hingga kini masyarakat masih mempercayainya.
Ade Yustak, merupakan salah satu tokoh masyarakat asli daerah tersebut. Ia menceritakan, kata "Manawah" dari Curug Asih Manawah berasal dari kata "Mana" dan "Wah". Maksudnya, cai anu ti mana-mana dan berujung sangat wah (tempat bermuaranya air yang berasal dari banyak penjuru menuju curug tersebut dan berujung sangat luar biasa).
Hal yang menjadikannya luar biasa adalah, curug tersebut merupakan curug terakhir yang ada di Gunung Galunggung. Lokasinya berupa cekungan muara atau biasa masyarakat Suku Sunda mengenalnya dengan sebutan Birit Leuwi.
Konon, dahulu lokasi itu merupakan muara yang cukup dalam. Pohon bambu yang cukup tinggi pun tenggelam di muara tersebut.
Meski menjadi curug terakhir, namun menjadi awal muara sungai. Sehingga, seputaran daerah tersebut dikenal juga dengan nama Walahir awal sebagai Birit Leuwi, dan akhir sebagai curug, kemudian seterusnya menjadi Sungai Cimerah.
Jika dilihat dari jejak peninggalan masalalu, masih tersisa reruntuhan bekas bendungan buatan yang harus diteliti lebih lanjut.
Curug Asih Manawah disebut luar biasa karena memiliki keunikan, dimana di lokasi tersebut banyak ditemukan mata air. Namun uniknya, bukan berasal dari dalam tanah, melainkan dari celah batu yang dikenal sebagai Parit Galunggung.
Air tersebut terlihat sangat jernih. Bahkan dari hasil Lab Sucofindo, didapati PH di atas +7. Artinya, air itu dapat langsung diminum tanpa harus terlebih dahulu dimasak.
Di sisi legenda pun tak kalah menarik.
Menurut Ki Aja dari Malaganti dan Nyimas Bogor, karena saking jernihnya, air yang keluar dari celah batu itu sering digunakan untuk mandi khusus para puteri raja. Konon, puteri-puteri dari kayangan pun sering mandi di curug itu bersamaan dengan turunnya pelangi.
Masyarakat pun percaya, di sanalah tempat bertemunya Jaka Tarub dan Puteri Nawang Wulan. Dari kisah itu, maka disebut juga sebagai Curug Asih, curug kasih sayang, atau curug jodoh. Sebagai tempat bertemunya dua sejodoh yang tak hanya antarsesama manusia, tapi juga antara manusia dengan puteri kayangan. (Seperti dikisahkan dalam dongeng Jaka Tarub)
Kisah ini menjadi mitos bagi masyarakat Batu Ampar. Sehingga, bagi remaja yang menyandang gelar "Jomblo Abadi", biasanya sering kali mandi di sana. Alhasil, sekitar 98% dari mereka mendapati jodohnya.
Tak menjadi kepercayaan masyarakat di sana saja. Pernah ada salah satu karyawati yang berasal dari luar kota tak mempercayai hal itu. Kemudian ia mandi di sana dan berjanji untuk tidak jatuh cinta. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasakan jatuh cinta dan memiliki pasangan.
Lain lagi dengan Mang Ewon, seorang penjual kopi di kawasan itu. Ia bercerita, mata air yang keluar dari sela-sela batu tak hanya satu, tapi ada lima yang besar. Dimana, tiap-tiap mata air dipercaya memiliki keajaiban yang berbeda. Namun, yang paling sering dikunjungi selain Curug Asih ialah mata air Cikamulyaan yang berada di sebelah kanan Curug Tritangtu, dipercaya berkhasiat untuk panjang umur dan awet muda.
Curug Tritangtu konon merupakan menjadi tempat kesukaan Prabu Darmasiksa (Raja Sunda-Galuh), yang tercatat dalam sejarah berusia 140 tahun. Sebagai trah keturunan dari Malik Al Hindi yang merupakan salah satu manusia yang dikaruniai umur panjang, sekitar 920 tahunan, yang juga berasal dari galunggung.
Tak habis sampai di sana, ada satu lagi curug yang ramai dikunjungi, yakni Curug Kajayaan, yang dipercaya bisa meningkatkan kekuatan fisik. Biasanya, atlet olahraga sengaja mandi di sana menjelang babak final ataupun semi final. Terkadang, hewan aduan juga dimandikan di sana oleh para pemiliknya sebelum bertanding.
Begitulah tradisi kepercayaan masyarakat setempat selama turun-temurun. Percaya-tidaknya, menjadi hak bagi masing-masing orang. Namun, begitulah masyarakat setempat mempercayainya.


Komentar Via Facebook :