Keberadaan RTLH di Desa Tugujaya yang Membahayakan Penghuninya, Hinga kini Tak Mendapat Perhatian dari Pemdes
CYBRE88 | Bogor -- Terkait keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) yang ditempati oleh Emang yang berada di Kampung Cidangdeur RT 03 RW 04 Desa Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor Jawa barat, hingga kini belum ada tanggapan dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Sebelumnya keluhan Emang telah diberitakan oleh Cyber88.co.id bertajuk “Kondisi Rumah Sudah Bocor dan Mau Runtuh, Emang, Warga Desa Tugujaya Cigombong Bogor Berharap Bantuan Pemerintah”
Terkait hal ini, dari sebelum tayangnya berita sebelumnya, awak media Cyber88 mencoba menghubungi Kepala Desa Tugujaya untuk meminta tanggapan terkait keberadaan warganya yang tinggal di rumah yang membahayakan jiwanya. Namun dia sulit untuk dihubungi dan terkesan menghindar dari wartawan.
Emang mengatakan sejak tayangnya pemberitaan tersebut, tak pernah ada dari pihak Pemdes yang datang untuk memastikan keberadaan rumahnya.
Ia pun mengaku masih khwatir tinggal di rumahnya yang membuatnya sering merasa ketakutan. Seperti dikatakan sebelumnya, apalagi saat hujan turun.
Salah satu tokoh masyarakat Desa tugujaya yang tak mau disebut namanya mengatakan, kemiskinanan salah satu persoalan yang belum terselesaikan di Negeri ini.
Menurut dia, tingkat kemiskinanan mencerminkan ukuran maju mundurnya pemerintahan di suatu wilayah. Keberadaan rumah tidak layak huni ini, kata dia, terjadi akibat ketidak mampuan warga untuk merenovasi rumahnya.
Ini disebabkan oleh paktor kemiskinan, “Imbuhnya.
Tapi, lanjut dia, sebenarnya, kondisi seperti ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang dalam hal ini, pemerintahan terendah di Republik ini adalah Desa.
Maka, Pemerintah Desa lah yang paling bertanggung jawab terhadap hal ini, “jelasnya pada Cyber88.co.id Jum’at (21/5/2021).
Lanjutnya, “Memang kerap terjadi dilapangan, kendati pemerintah mempunyai program prioritas untuk renovasi RTLH, namun pada kenyataannya kerap terjadi penyelewengan.
Seperti, warga yang mendapatkan program ini adalah orang dekat pemerintah. Padahal masih banyak yang lebih layak untuk menerimanya, "Ujarnya.
Tapi, terkadang terjadi keteledoran dalam pendataan rakyat miskin. Dan ini bukan hanya terjadi di Desa tugujaya saja, “Pungkas dia. [alip waedi]


Komentar Via Facebook :