Warganet Keluhkan Speed Trap di Jalan Imam Bonjol Sampang Dinilai Terlalu Tinggi dan Membahayakan
CYBER88 | Sampang -- Keberadaan Speed Trap di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dikeluhkan pengguna jalan serta pengendara bermotor. Mereka mengeluh lantaran Speed Trap itu dibuat terlalu tinggi.
Meski masyarakat tau, speed trap itu berpungsi mengurangi kecepatan, namun, mereka yang melintasi jalur tersebut, tentunya akan merasakan tidak nyaman dengan hal ini.
Keberadaannya akan sangat terasa ketika roda kendaraan melewati garis dengan ketebalan dibawah 4 centimeter tersebut. Seperti adanya kecelakaan yang diunggah di media sosial Facebook oleh salah seorang warganet
"Ternyata embong dol-ngandol memakan korban gaes, la jek bukka' dol-ngandol jiyah," kata warganet yang viral di media sosial, Sabtu (12/06/2021).
Dalam tulisannya, ia menyebut, ada beberapa pengendara yang jatuh disitu, semuanya mengalami luka serius dan motor mereka juga rusak jatuh di lokasi polisi tidur yang dibuat oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat tersebut.
Warganet pun heran dengan maksud pemerintah membuat speed trap tersebut. Jika memang untuk memberikan perhatian atau efek kejut kepada pengendara, tidak perlu setebal itu.
"Ya, banyak warga yang mengeluhkan pembangunan polisi tidur ini. Kalau memang harus ada, ya jangan terlalu tebal lah," sesal warganet.
Sementara itu, Kabid Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Agus Alfian saat dikonfirmasi mengklaim jika pemasangan speed trapp itu sudah dibawah standar maksimal.
"Itu sudah dibawah standar, kita nggak berani memasang speed trapp melebihi standar. Standarnya kan 4 centimeter dan itu dibawah 4 centimeter," kata Agus kepada awak media.
Diakuinya jika adanya speed trapp tersebut dikeluhkan sejak awal pemasangan. Namun, kata dia, pemasangan itu dilakukan atas dasar permintaan tokoh dan warga setempat, dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan.
"Memang banyak yang komplain, tetapi setelah kami jelaskan tidak ada masalah kok. Sebab dilokasi itu memang di prioritaskan karena banyak anak-anak sekolah. Demi keamanan dan itu dipasang sudah lama, jadi tidak ada masalah," tandas Agus. (Bahrul)


Komentar Via Facebook :